Wednesday, August 30, 2017




Migrasi ke Transportasi Publik, Sebuah Lompatan 
Besar dengan Bekerja Bersama #UbahJakarta



Kemacetan menjelang perlintasan jalan sebidang di salah 
satu sudut Jakarta (Sumber: dokumen pribadi)



Wacana pemindahan Ibukota Jakarta ke Palagkaraya (Kalimantan Tengah) kembali mengemuka beberapa bulan yang lalu. Banyak kalangan berpendapat bahwa Kota Jakarta sudah tidak layak sebagai ibukota Negara karena beban berat yang dipikulnya seperti kemacetan lalu lintas yang semakin akut dan banjir yang datang secara berkala (tahunan). Namun, masalah kemacetan yang berlangsung setiap saat merupakan Pekerjaan Rumah (PR) besar setiap tokoh yang menjabat Gubernur Jakarta.  Lagi, ada stigma negatif yang menyatakan bahwa Jakarta identik dengan  kemacetan yang sangat sulit diatasi karena sejak awal sudah salah dalam penataan kota  bahkan desain lalu lintas kotanya sangat buruk.

Penyebab Kemacetan
Hingga saat ini, untuk memecah kemacetan Jakarta belum menemukan titik temu. Padahal, Jakarta mempunyai sejarah bahwa transportasi publik yang maju sudah ada sejak masa Kolonial Belanda. Jalur kereta pertama di Jakarta yang dahulu masih bernama Batavia telah dibangun pada tahun 1869 yang menghubungkan Batavia dan Buitenzorg (Bogor).  Kota-kota lain di Asia belum berpikir membangun jaringan rel kereta api seperti jaringan kereta di Tokyo Jepang, Seoul, Beijing, dan Singapura. Namun, sekarang Jakarta justru terperosok jauh masalah transportasi yang menyebabkan kemacetan parah dibandingkan kota-kota lain di Asia tersebut.
Sebagai informasi bahwa berdasarkan data Statistik Transportasi DKI Jakarta tahun 2015, jumlah kendaraan mencapai 16,07 juta unit. Sedangkan, di sisi lain hanya terbangun 6,95 juta meter jalan raya. Jika dihitung, setiap kendaraan hanya mendapat ruang sepanjang 0,43 meter, padahal panjang mobil rata-rata 4,5 meter. Inilah penyebab kemacetan secara hitung-hitungan matematika. Beberapa Gubernur Jakarta yang menjabat juga belum mampu mengeluarkan kebijakan brilian untuk memecah kemacetan.
Lantas, masalah apa yang paling mendasar hingga kemacetan membuat wajah Jakarta penuh noda sebagai ibukota Negara di mata dunia? Beberapa calon Gubernur Jakarta pada Pilkada DKI Jakarta beberapa bulan yang lalu juga memberikan berbagai solusi untuk mengatasi kemacetan. Semuanya penuh teori dan argumentasi agar gagasan tersebut masuk akal dan bisa diaplikasikan sebaik mungkin. Bukan itu saja, gagasan tersebut juga bisa membawa konstituen (pemilih) untuk mencoblosnya di kotak suara. Dan, kini masalah kemacetan Jakarta akan menjadi tanggung jawab besar di pundak Gubernur Jakarta terpilih Anies Baswedan – Sandiaga Uno untuk 5 tahun ke depan. Tentunya, masyarakat Jakarta membutuhkan bukti nyata agar kemacetan Jakarat bisa terurai dengan baik.   
Banyak hal yang menyebabkan kemacetan Jakarta seperti lautan kendaraan yang tidak bebas berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Menurut Institute for Transportatation and Development Policy (ITDP) menyatakan bahwa kebijakan subsidi BBM yang belum berpihak kepada angkutan umum dan hanya menguntungkan kendaran pribadi yang melintas ikut andil sebagai penyebab kemacetan. Lagi, kelonggaran masalah sistem parkir di ibukota juga menyumbang kemacetan. Sudah bukan rahasia umum bahwa lahan parkir yang ada di Jakarta masih digunakan sebagai lahan bisnis karena banyaknya kendaraan pribadi yang parkir (Kompas.com, 23 Maret 2017).  
Lain halnya dengan apa yang diutarakan oleh pengamat kebijakan publik Andrinov Chaniago dalam laman Republika.co.id yang dilansir tanggal 30 Agustus 2017 menyatakan bahwa penyebab kemacetan Jakarta ada 9 macam, yaitu:
1.      Ruas jalan jauh di bawah kebutuhan normal yang seharusnya 20 persen dari luas Jakarta, nyatanya hanya 6,2  persen.
2.      Moda angkutan umum belum sesuai dengan kebutuhan di kota besar, seharusnya berupa bus dan kereta yang bisa mengangkut orang lebih banyal. Nyatanya kurang lebih 16 ribu angkot beroperasi di Jakarta.
3.      Minimnya jembatan penyeberangan orang atau terowongan penyeberangan orang.
4.      Kebijakan perumahan perkotaan yang salah. Rumah susun di Jakarta jumlahnya sangat kecil akibatnya orang menebar ke daerah pinggir yang mengakibatkan orang lama di jalan.
5.      Banyaknya persimpangan jalan yang belum memiliki fly over  maupun underpass.
6.      Angka urbanisasi dan pertumbuhan di pinggir Jakarta sangat tinggi yang jumlahnya 4,5 persen per tahun yang mayoritas bekerja di Jakarta.
7.      Banyaknya titik-titik bottleneck seperti di pintu-pintu jalan tol.
8.      Kurangnya angkutan massal seperti bus dan kereta.
9.      Buruknya tata ruang dan kesalahan pemberian ijin bangunan seperti mall dan ruko. 


Pembuatan jalan layang membuat pertemuan jalan yang tidak sebidang dengan jalan lain mampu mengurangi tingkat kemacetan Jakarta (Sumber: dokumen pribadi)


Lompatan Jakarta
Semua masalah kemacetan di atas perlu penanganan secara serius dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Daerah DKI Jakarta.  Masyarakat juga dituntut ikut bekerja bersama untuk mendukung dan merealisasikan program pemerintah dalam mengatasi kemacetan. Tetapi, yang paling penting adalah kesadaran yang tinggi untuk bekerja bersama mengurai kemacetan. Karena dukungan yang kuat dari masyarakat mampu #UbahJakarta  menjadi kota yang layak huni dan mudah untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Banyak solusi yang bisa menjadi oase untuk mengurangi bahkan menghilangkan tragedi kemacetan. Menurut laman Info Indonesia memberikan masukan tentang solusi mengatasi kemacetan Jakarta dengan beberapa cara, yaitu:
1.      Waktu lampu merah hendaknya 90-120 menit, di mana lalpu merah terlalu cepat bisa menyebabkan antrian kendaraan semakin mengular.
2.      Mendenda angkutan umum secara tegas yang ngetem sembarangan.
3.      Mengatur pedagang kaki lima agar tidak luber ke jalan karena bisa mengganggu antrian kendaraan yang lewat.
4.      Antrian pembayaran jalan tol sebaiknya di pintu keluar untuk mencegah antrian kemacetan seperti yang terlihat setiap masuk pintu tol.
5.      Bangun rel kereta api terkanan (cepat) di jalan tol karena tidak perlu melakukan pembebasan lahan.
6.      Adakan bis-bis besar kembali saat pengadan busway, sebagai contoh bahwa 11 bis jurusan Kampung Melayu – Blok M tidak beroperasi sejak tahun 2009 sejak operasi busway bisa dihidupkan kembali.
7.      Adakan rumah susun sewa (Rusunawa) di pusat-pusat perkantoran untuk menghemat waktu kerja. Dengan tempat tinggal yang dekat maka para pekerja kantor tidak perlu menggunakan kendaraan pribadi, tetapi cukup dengan berjalan kaki.  
8.      Perlebar titik-ttik macet di Jakarta dan beri jalan layang atau terowongan. Dengan adanya perlintasan jalan yang tidak sebidang maka kemacetan bisa diatasi
9.      Tambah rangkaian kereta api sebagai transportasi publik massal. 
10.  Adakan transportasi air seperti pemanfaatan Kali Banjir Kanal dan lain-lain.
11.  Pengadaan Mass Rapid Transit (MRT) terintegrasi yang mampu mengangkut ratusan ribu penumpang setiap jamnya.
Dari beberapa solusi mengatasi kemacetan di atas, pengadaan Mass Rapid Transit (MRT) terintegrasi atau lebih familiar disebuat sebagai MRT Jakarta adalah cara cerdas dan sebagai lompatan Jakarta untuk menjadi lebih baik di masa depan, terutama memecah tingkat kemacetan yang semakin tidak terkendali. Namun, ada catatan penting yang perlu digarisbawahi adalah perlunya kesadaran masyarakat yang tinggi untuk migrasi ke transportasi publik terintegrasi. Ini adalah sebuah tindakan nyata untuk bekerja bersama #UbahJakarta menjadi kota yang lebih baik. Langkah awal untuk meningkatkan integrasi  transportasi, Pemda DKI Jakarta telah membangun konektivitas antarmoda dengan menempatkan bus-bus pengumpan seperti dari Stasiun Tebet menuju Sudirman dengan memotong kawasan Kuningan. Ini merupakan terobosan untuk mempercepat waktu tempuh perpindahan lokasi penumpang.


MRT Jakarta sebagai transportasi massal untuk mengurangi tingkat kemacetan Jakarta yang tinggi (Sumber: kaorinusantara.or.id)


MRT Jakarta merupakan transportasi massal yang bisa menjadi pemecahan terbaik untuk mengatasi kemacetan. Bayangkan, ketika saya menyelusuri jalanan Jakarta siang hari untuk melakukan KIR kendaraan usaha dari Rawa Buntu Cengkareng Jakarta Barat ke kawasan Cilincing Jakarta Utara membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 5 jam.  Jalanan Jakarta yang dipenuhi dengan kendaraan pribadi, angkot yang ngetem sembarangan, berbagai proyek jalan raya dan lain-lain adalah segelintir bukti nyata bahwa kemacetan Jakarta membutuhkan transportasi massal dengan konektivitas yang tinggi. Dan, saat melewati jalan MH Thamrin sedang ada pengerjaan kontruksi proyek besar untuk akses MRTJakarta yang akan diselesaikan pada tahun 2018 nanti.
Perlu diketahui bahwa pembangunan konstruksi fase 1 proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dimulai sejak 10 Oktober 2013 telah dibangun jalur kereta sepanjang 16 kilometer yang meliputi 10 kilometer jalur jalan layang (elevated section) dan 6 kilometer jalur jalan bawah tanah (underground). Fase I tersebut meliputi 7 (Tujuh) stasiun jalan layang terdiri dari Lebak Bulus (terdapat lokasi depo), Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sedangkan, 6 (enam) stasiun jalan bawah tanah dimulai dari Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.






                Semua kalangan berharap besar bahwa MRT Jakarta mampu memecah kemacetan Jakarta. Pembangunannya pun terus dikebut agar bisa digunakan saat perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Faktanya, banyak kemajuan yang signifikan pengerjaan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase I yang menghubungkan kawasan Lebak Bulus hingga Bundaran HI kini secara keseluruhan telah mencapai 67%. Adapun pengerjaan jalur MRT jalan layang (elevated section) sepanjang 10 km dari wilayah Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja telah mencapai progres 50,71%. Sedangkan, jalur bawah tanah (underground) sepanjang 6 km telah mencapai progress sekitar 80%. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat di Infografis berikut ini:




Kemajuan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dari 
Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indoesia (HI) secara 
keseluruhan mencapai 67% (Sumber: dokumen pribadi, 
diolah dari data MRT Jakarta tahun 2017)


Perlu diketahui bahwa pengerjaan MRT Jakarta dibiayai oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi DKI Jakarta dan didukung dana pinjaman Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam bentuk pinjaman  penyediaan dana pembangunan sebesar 125.237.000.000 yen. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai  implementing agency telah menunjuk PT MRT Jakarta sebagai sub implementing dari program pembangunan MRT Jakarta. Selanjutnya, menurut data MRT Jakarta menyatakan bahwa dalam pengerjaan proyek prestigious tersebut melibatkan kontraktor-kontraktor besar dan berpengalaman baik dari Indonesia maupun Jepang. Kontraktor-kontraktor yang terlibat dalam pengerjaan kontruksi MRT Jakarta fase I di antaranya:
1.      CP101 – CP102 dikerjakan oleh Tokyu – Wijaya Karya Joint Operation (TWJO) untuk area Depot dan Stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, dan Cipete Raya.
2.      CP103 dikerjakan oleh Obayashi – Shimizu – Jaya Konstruksi (OSJ) untuk area Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja.
3.      CP104 – CP105 dikerjakan oleh Shimizu – Obayashi – Wijaya Karya – Jaya Konstruksi Joint Venture (SOWJ JV) untuk area transisi, Senayan, Istora, Bendungan Hilir, dan Setiabudi.
4.      CP106 dikerjakan oleh Sumitomo – Mitsui – Hutama Karya Join Operation (SMCC – HK JO) untuk area Dukuh Atas dan Bundaran Hotel Indonesia.
5.      Pengerjaan CP107 untuk sistem perkeretaapian (Railway System) dan pekerjaan rel (Trackwork) dikerjakan oleh Metro One Consortium (MOC) yaitu Mitsui & Co. – Tokyo Engineering Corporation – Kobe Steel, Ltd – Inti Karya Persada Tehnik). Sedangkan, pengerjaan CP108 untuk Rolling Stock dikerjakan oleh Sumitomo Corporation.



Pembangunan salah satu sudut jalan layang (elevatied section) MRT Jakarta (Sumber:  MRT Jakarta)


Yang menarik dari proyek MRT Jakarta adalah pengerjaan terowongan bawah tanah yang dibuat 360 derajat.  Seperti, terowongan yang dilalui oleh kereta peluru (Shinkansen) di Jepang. Karena, pengerjaan terowongan tersebut diadopsi dari teknologi Jepang. Tentunya, kontraktor Indonesia juga ikut andil dalam pengerjaan kontruksi bawah tanah tersebut. Untuk melihat proyek terowongan MRT Jakarta, anda bisa lihat dalam tayangan video berikut ini:  


Terowongan MRT Jakarta 360 Derajat 
(Sumber: Harian Kompas)

Terintegrasi
MRT Jakarta tidak akan berfungsi maksimal tanpa adanya konsep integrasi dengan pendukung lainnya. Seperti stasiun jalan layang Sisingamangaraja yang terintegrasi dengan gedung Kantor Sekretariat ASEAN.  Oleh sebab itu, pekerja kantor yang ada di gedung tersebut dengan mudah mengakses transportasi publik.



Stasiun jalan layang terakhir, Stasiun Sisingamangaraja terintegrasi dalam kompleks Gedung Sekretariat ASEAN. Gedung ini akan menjadi landmark dari area stasiun. Desainnya mengangkat tema ASEAN, multikultural, persatuan dalam keberagaman (Sumber: MRT Jakarta)


Selanjutnya, MRT Jakarta mengembangkan konsep Transit Oriented Development (TOD) di beberapa stasiunnya. Ada 4 (empat) stasiun yang masuk ke dalam rencana induk pengembangan tersebut, yaitu: 1) Stasiun Cipete Raya dan 2) Stasiun Istora yang akan bekerja sama dengan pemilik lahan property; 3) Stasiun Blok M yang terintegrasi dengan terminal bus, pusat hiburan, dan taman kota; dan  4) Stasiun Dukuh Atas yang beririsan dengan layanan transportasi publik lainnya, yaitu jalur komuter (commuterline), kereta Bandara Soekarno-Hatta, halte bus Transjakarta, stasiun Light Rail Transit (LRT), dan circular pedestrian bridge agar pejalan kaki dapat terhubung dengan seluruh moda terpadu tersebut. Untuk lebih jelasnya, bisa lihat gambar berikut:


Konsep Transit Oriented Development (TOD) membuat transportasi publik terintegrasi dengan pendukung lainnya (Sumber: MRT Jakarta)


MRT Jakarta dirancang sebagai sarana transportasi massal yang terintegrasi. Masyarakat diharapkan bisa melakukan migrasi (perpindahan) penggunaan moda transportasi dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.  Dengan kesadaran tinggi dan bekerja sama untuk menggunakan trasnportasi publik dengan meluncurnya MRT Jakarta di tahun 2018 mendatang maka masalah kemacetan Jakarta lambat laun akan terselesaikan. Namun, perlu diperhatikan bahwa selama pengerjaan proyek MRT berlangsung, masyarakat juga diharapkan untuk memanfaatkan sebaik-baiknya transportasi publik yang ada seperti Transjakarta, Commuter Line, dan lain-lain.


Pemanfaatan fungsi Transjakarta sebagai tranportasi publik (Sumber: Hipwee.com )


Perlunya pemahaman secara komprehensif bahwa dengan penggunakan kendaraan pribadi secara masif akan berakibat tingkat kemacetan yang tidak akan pernah terurai. Bukan hanya itu, polusi kendaraan bermotor pun akan merusak kondisi udara Jakarta yang berada jauh di atas ambang batas udara normal. Pemerintah juga perlu adanya regulasi ketat tentang penjualan kendaraan bermotor. Dengan DP murah maka akan merangsang setiap orang untuk memiliki kendaraan pribadi. 
Kaum akademisi juga perlu memberikan masukan yang baik dalam pemanfaatan transportasi publik bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya.  Lanjut, perlu adanya pemahaman yang searah antara Pemerintah dengan korporasi otomotif. Karena, MRT tidak akan berjalan maksimal jika gimmick untuk memiliki kendaraan pribadi selalu merangsang mata konsumen.  Oleh sebab itu, penerapan pajak yang tinggi dan progresif merupakan salah satu cara untuk menekan setiap orang untuk memiliki kendaraan pribadi.
Selanjutnya, pihak birokrasi juga harus memberikan contoh yang baik dengan menjalankan praktek atas kebijakan Pemerintah. Tidak elok rupanya saat sang pembuat kebijakan mengeluarkan regulasi tentang ajakan  pemanfaatan transportasi publik,  tetapi mereka sendiri justru memakai kendaraan pribadi. Jadi, kunci utama untuk mensukseskan migrasi ke transportasi publik terintegrasi adalah sinergitas antara pembuat kebijakan (Pemerintah), korporasi, akademisi dan seluruh lapisan masyarakat. Bekerja sama #UbahJakarta secara serius untuk membuat lompatan besar dengan menggunakan transportasi massal. Kalau kondisi tersebut benar-benar terjadi, mengatasi kemacetan Jakarta bukan hanya dalam lembaran blue print gagasan.  






Saturday, August 26, 2017

Daikin AC Kelas Dunia dengan Teknologi Handal yang Hemat Energi




Daikin AC Kelas Dunia dengan Teknologi
Handal yang Hemat Energi





AC Daikin dengan performa stabil dan hemat energi 
(Sumber: daikin.co.id)


Hari ini saya mengikuti acara workshop Miniatur fotografi di sebuah  restoran jalan Dewi Sri Kuta Bali. Acara diselenggarakan di lantai dua restoran mengupas teknik fotografi untuk benda-benda yang kecil. Dan, suasana sangat nyaman karena keberadaan pendingin udara yang sejuk dan wangi. Saya penasaran merek pendingin ruangan tersebut. Ternyata, AC Daikin yang memberikan kesejukan dari pagi hingga sore hari. Tidak ada suara bising yang terdengar dari AC tersebut. Saya melihat angka 18 derajat celcius. Biasanya, AC lain terdengar suara mendesis yang mengganggu kenyamanan.   
  

Penggunaan AC Daikin di Restoran tempat acara 
Workshop Miniatur Fotografi (Sumber: pribadi)


Hemat Energi
Daikin memproduksi AC berbagai suhu, dari yang paling dingin (freezer) hingga panas (household). Oleh Sebab itu, Daikin percaya diri mengusung tagline “Kalau AC ya Daikin”. Kehadiran AC Daikin dikembangkan dengan teknologi tinggi. Ada 3 teknologi  handal (3 Cutting-Edge Core) yang mampu merajai pasar AC di dunia yaitu: 1) Heat Pump (teknologi dengan menyerap dan memindahkan panas dari udara); 2) Refrigerant Control (Mengangkut panas secara efisien); dan 3) Inverter (Berkontribusi yang luar biasa dalam menghemat energi dan memberikan kenyamanan).


Berbagai suhu dipakai AC Daikin (Sumber: daikin.co.id)


Inverter, salah satu teknologi  Daikin memberikan keuntungan hemat energi. Cara kerja inverter adalah mengatur suhu dengan mendinginkan saat suhu ruangan naik di atas suhu yang ditetapkan dan mendinginkan saat suhu kamar turun di bawah suhu yang ditentukan. Menarik, AC tipe inverter bisa menghemat 30 persen energi. Untuk lebih jelas, anda bisa lihat tayangan video berikut:


Daikin Inverter (Sumber: Daikin Indonesia)


Teknologi inverter berdampak langsung terhadap hematnya tagihan listrik. Karena, hematnya penggunaan listrik sebesar 50 persen berakibat terhadap menurunnya tagihan listrik sebesar 50 persen juga. Pantas saja jika AC Daikin sebagai AC Hemat Energi.


Ilustrasi perbandingan biaya antara AC Inverter dan 
non-inverter (Sumber: daikin,co.id)



AC Hemat Listrik Daikin TVC Family 2015 30Sec 
(Sumber: Daikin Indonesia)


Ramah Lingkungan
Daikin mengusung zat pendingin R-32, refrigeran yang efisien membawa panas dan memiliki ramah lingkungan. R-32 mengurangi konsumsi listrik hingga 10% dibandingkan pendingin udara yang menggunakan refrigerant R-22 dan R410A. Perlu diketahui bahwa pemakaian R-32 memiliki potensi pemanasan global atau Global Warming Potential (GWP) rendah.  Apalagi, merujuk pada Protokol Montreal (Montreal Protocol) tahun 1987 dan Protokol Kyoto (Kyoto Protocol) tahun 1997 memberikan pengawasan ketat terhadap pemakaian teknologi pendingin udara dan menyarankan untuk memakai refrigeran. Gambar berikut menunjukan perbandingan dampak lingkungan berbagai zat pendingin terhada GWP.  


Perbandingan potensi refrigeran terhadap GWP 
(Sumber: daikin.co.id)


AC Daikin diaplikasikan dalam berbagai kondisi. Secara garis besar, AC Daikin digunakan dalam 3 tempat, yaitu: 1) Residental (tempat tinggal); 2) Commercial (pusat bisnis); dan 3) Industrial (pusat industri). Untuk pusat bisnis, AC Daikin bisa diaplikasikan dalam berbagai kondisi ruangan baik indoor maupun outdoor seperti: toko retail, restoran, dan hotel. Tentunya, AC Daikin bisa memberikan kenyamanan kerja karyawan  dan pelanggan. Untuk yang indoor, maka AC Daikin secara mayoritas banyak yang diaplikasikan di langit-langit (ceiling), dinding dan berdiri di  lantai.


Seri AC Daikin untuk indoor (Sumber: daikin.co.id)





Thursday, August 24, 2017

Indahnya Pantai Virgin Karangasem, Surga Tersembunyi di Bali Utara



Indahnya Pantai Virgin Karangasem,
Surga Tersembunyi di Bali Utara


Pantai Virgin Karangasem (Sumber: dokumen pribadi)


Kemanakah tujuan anda saat musim liburan tiba? Anda masih bingung? Tenang, anda tidak perlu bingung karena masih banyak spot wisata menarik di Indonesia yang menjadi daya tarik pengunjung. Namun, sampai detik ini pulau Bali memang masih menjadi primadona tujuan wisata saat ilburan. Ya, tidak dipungkiri bahwa Bali bukan hanya menjadi menjadi tujuan wisatawan domestik, tetapi menjadi tujuan wisatawan mancanegara. Keindahan alam dan budayanya menjadi magnet setiap pengunjung.   
Siapapun anda yang hendak berkunjung ke Bali, maka musim liburan merupakan saat yang tepat untuk berburu tiket pesawat agar mendapatkan harga yang lebih murah. Maka, salah satu situs penjualan tiket dan booking hotel online yang banyak diburu orang adalah tiket.com. Banyak harga menarik yang ditawarkan di tiket.com.  Anda bisa memilih rute penerbangan atau jenis pesawat yang menjadi selera anda. Bahkan, anda bisa memesan hotel yang mempunyai budget sesuai dengan keuangan anda. Dan, setelah pemesanan tiket pesawat dan hotel sudah diverifikasi, maka saatnya anda berkemas untuk menikmati perjalanan anda ke pulau Dewata. Taraa….


Laman Tiket.com (Sumber: tiket.com/screenshoot)


Pantai Virgin
Banyak Daerah Tujuan Wisata (DTW) wisata yang menarik di pulau Dewata. Dari wisata pantai hingga pegunungan. Dan, hampir wisata menarik yang banyak dikunjungi wisatawan terletak di Bali Selatan. Daerah Bali Selatan meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Jembrana. Sedangkan, tempat wisata menarik Bali Utara berada di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Buleleng belum banyak yang dilirik oleh wisatawan domestik. Justru, wisatawan mancanegara yang kini beralih pandangan  untuk menikmati spot-spot wisata menarik yang berada di kawasan tersebut.
Nah, menikmati salah satu tempat wisata pantai yang berada di Kabupaten Karangasem bisa merupakan alternatif terbaik di musim liburan. Pantai Virgin yang berada tidak jauh dengan Kota Amlapura (ibukota Kabupaten Karangasem), jaraknya kurang lebih 8 km ke arah selatan.  Lokasi pantai Virgin terletak tidak jauh dengan jalan raya Candidasa-Karangasem. Jika anda bergerak dari arah pantai Candidasa, setelah melewati jalan berbukit dan berbelok yang dihuni banyak ribuan kera maka anda akan melihat plang nama pantai yang menunjuk ke arah kanan. Dari jalan raya tersebut, anda bergerak langsung ke pantai kurang lebih 3 km.
Selanjutnya, dari tempat parkir kendaraan, anda masih harus berjalan kaki kurang lebih 500 meter menyusuri jalan berbatu dan belum mengalami pengaspalan. Jalan tersebut masih dalam kondisi alami yang di samping kanan dan kirinya dipenuhi pepohonan yang menghijau.  Bukan hanya itu, jalanan yang menuju pantai harus melewati turunan. Lumayan, bisa membuat nafas anda ngos-ngosan. Tetapi, jika dilakukan sambil ngobrol maka perjalanan tersebut tidak terasa sama sekali. Bagi anda yang malas untuk jalan kaki maka di kawasan ini telah disediakan jasa ojek motor untuk pulang dan pergi dari pantai. Tarifnya sekali jalan sebesar 10 ribu rupiah.
  
Jalanan yang menurun dan masih alami yang berselimutkan 
pepohonan di kanan dan kirinya (Sumber: dokumen pribadi)




Banyak pengunjung yang memanfaatkan jalan menuju pantai 
dengan berjalan kaki (Sumber: dokumen pribadi)


Sesampainya di pantai, anda akan dimanjakan dengan pemandangan pasir putih yang membentang dari utara ke selatan. Pantai Virgin memang berbeda dengan pantai-pantai lainnya di Bali. Pantai ini masih diselimuti oleh perbukitan yang ditumbuhi dengan pepohonan yang menghijau. Kursi malas dan tenda telah ada di sepanjang pantai. Restoran-restoran juga tersedia untuk memenuhi hasrat kuliner anda.


 
Pantai Virgin dengan pemandangan pasir putih membuat 
spot menarik bagi pengunjung (Sumber: dokumen pribadi)




Hamparan pasir putih dan ombak yang tidak terlalu besar 
membuat pengunjung nyaman saat menikmati acara 
mandi di pantai (Sumber: dokuemen pribadi)


Menarik, ada sisi pantai yang berbatasan dengan bukit yang masih ditumbuhi oleh pepohonan. Air yang jernih dengan ombak pantai yang tidak terlalu besar sangat cocok untuk acara mandi pantai. Bukan itu saja, pantai Virgin ini merupakan spot yang menarik untu menikmati sunrise (matahari terbit). Karena, pantai ini terletak di bagian timur Bali Utara. Namun, saat sore hari anda bisa saja menikmati sunset (matahari terbenam). Namun, tidak seindah dibandingkan dengan pantai yang terletak di bagian barat pulau Bali seperti pantai-pantai yang berada di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana. Sebut saja seperti pantai Kuta, Pandawa, Medewi, Gangga dan lain-lain.  


Bukit yang penuh pepohonan berbatasan langsung dengan 
air laut (Sumber: dokumen pribadi)


Pengunjung yang berasal dari mancanegara justru mendominasi di pantai ini. Hal ini dikarenakan wisatawan mancanegara senang bertualang atau hunting ke tempat wisata terbaru. Sedangkan, wisatawan lokal biasanya berburu ke spot wisata yang sudah melegenda dengan dalih  perhitungan waktu dan biaya. Namun, bagi petualang sejati mengunjungi pantai Virgin memberikan kepuasan tersendiri. Meskipun daerahnya jauh dari pusat kota Denpasar, tetapi biaya atau transportasi tidak menjadi masalah yang serius. Saya sendiri sudah tiga kali berkunjung ke Pantai Virgin tetapi keindahan alam yang ada membuat saya ingin balik berkunjung.  Padahal, waktu tempuh dari Kota Denpasar ke pantai Virgin kurang lebih 2 jam.


Wisatawan mancanegara mendominasi kunjungan ke pantai Virgin
(Sumber: dokumen pribadi)


Setiap berkunjung ke pantai Virgin, saya selalu terpesona dengan butiran pasir putih yang memantulkan cahaya keemasan saat terkena sinar matahari. Aktifitas mengamati gerakan ombak laut yang menyergap setiap pengunjung yang sedang mandi memberikan suasana tersendiri. Apalagi, saat matahari mulai bergerak turun di ufuk barat maka semburat warna kombinasi pelangi menghiasi langit. Benar-benar indahdan bisa menjadi pemandangan yang instagramable. Di sisi lain, pemandangan wisatawan yang sedang bermain pasir dan duduk santai di pinggir pantai memberikan suasana damai. Angin pun berhembus sepoi-sepoi tiada henti dari pepohonan yang berada di sepanjang pantai.


Menikmati Pantai Virgin di sore hari (Sumber: dokumen pribadi)


           Surga tersembunyi di Bali Utara tersebut pelan-pelan mulai berselimut cahaya matahari yang mulai meredup. Sementara, pemandangan di sekitar pantai Virgin mulai memberikan pesona yang luar biasa. Ya, pantai yang masih dalam kategori “perawan” sungguh menjadi tujuan menarik liburan anda. Jadi, tidak lengkap rasanya saat anda berkunjung ke Bali Utara tidak mengunjungi pantai ini. Selamat berlibur dan menikmati surga yang sesungguhnya di Bali Utara ini.