Thursday, October 5, 2017

Ayam dan Telur, Bikin Sehat dan Cerdas Bagi Generasi Millenial



Ayam dan Telur, Bikin Sehat dan Cerdas
Bagi Generasi Millenial



Generasi millennial, calon pemimpin bangsa masa depan  
(Sumber: harapanrakyat.com)




“Sedapnyaaa….” kata yang familiar dikatakan oleh si kecil pintar Upin dan Ipin, kartun anak-anak  produksi negeri Jiran Malaysia yang tayang di TV swasta Indonesia. Daging ayam menjadi masakan kesukaan tokoh sentral dari kartun tersebut. Dalam setiap ceritanya, Upin dan Ipin adalah sosok anak yang sehat dan cerdas dan mau melakukan apapun demi mendapatkan daging ayam. Ya, daging ayam memang menjadi makanan kesukaan 2 (dua) anak berkepala plontos itu. Tentu, sang pembuat kartun juga memahami bahwa daging ayam mengandung banyak zat gizi tinggi sangat bermanfaat bagi tubuh.
Sama halnya dengan bangsa Indonesia, dalam rangka memperingati Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) maka Pemerintah  menggalakkan perlunya generasi bangsa ini untuk mengkonsumsi daging ayam dan telur. Mengapa? Generasi millennial adalah generasi bangsa yang akan memimpin bangsa Indonesia 20-30 tahun mendatang. Konsumsi makanan yang mengandung zat gizi baik akan berpengaruh besar terhadap kecerdasan dalam memimpin bangsa. Oleh sebab itu, sejak dini perlunya asupan gizi yang tepat untuk pertumbuhan dan perkembangan di masa depan. Setelah Pemerintah menggalakkan perlunya mengkonsumsi ikan maka generasi bangsa ini juga ditekankan perlunya mengkonsumsi daging ayam dan telur.     

Daging Ayam
Ayam merupakan unggas yang banyak dipelihara oleh masyarakat Indonesia baik di sekitar rumah atau diternak secara khusus dengan menggunakan kandang. Harga daging ayam yang selalu melonjak secara signifikan saat menjelang hari raya Idul Fitri merupakan fenomena masyarakat Indonesia dalam meningkatkan nutrisi bangsa. Dan, daging ayam sangat diperlukan bagi generasi bangsa dikarenakan mengandung kadar protein yang tinggi.


Daging ayam dengan protein tinggi (Sumber: kesehatanpedia.com)


Perlu diketahui bahwa zat protein yang terdapat di dalam daging ayam berupa asam amino. Di mana, asam amino sendiri berfungsi untuk membangun otot di dalam tubuh. Ini memberikan dampak terhadap kesehatan generasi bangsa agar tumbuh dengan baik. Zat gizi yang terdapat pada setiap 100 gram daging ayam bisa anda lihat pada tabel berikut ini:

(Food Weight) = 100 gr
Energi
Protein
Lemak
Karbo.
Kalsium
Fosfor
Zat Besi
Vit. A
Vit. B1
Daging ayam
302 kkal
18,2 gr
25 gr
-
14 mg
200 mg
2 mg
810 IU
0,08 mg
Keterangan: Daging Ayam yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 58 %
Kandungan gizi daging ayam per 100 gram (Sumber: klinikgizi.com)

Untuk melihat tentang manfaat daging ayam bagi kesehatan, maka anda bisa lihat tayangan video berikut ini:



Manfaat daging ayam (Sumber: Juragan Nisah)

Telur
Mengkonsumsi telur bagi generasi millennial sangatlah penting. Banyak ragam telur yang bisa dikonsumsi. Dan, biasanya jenis telur yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia seperti telur ayam, bebek dan puyuh.  Sebagai informasi penting bahwa dalam sebutir telur ayam saja terdiri atas 11 % kulit telur (cangkang), 58 % putih telur (albumin), dan 31 % kuning telur (yolk). Selanjutnya, dalam sebutir telur ayam dengan berat 50 gram mengandung 6,3 gram protein, 0,6 gram karbohidrat, 5 gram lemak, serta sejumlah vitamin dan mineral.


Telur ayam dengan kandungan protein tinggi 
(Sumber: sehatbugarbersama.com)


Dari komposisi zat yang ada pada telur, maka kuning telur merupakan salah satu zat yang berfungsi untuk membantu perkembangan otak dikarenakan kuning telur sebagai sumber vitamin B-kompleks dan Kolin yang sangat dikenal sebagai salah satu zat gizi yang dapat membantu fungsi sistem syaraf di mana Kolin ini berguna untuk menjaga kesehatan otak.  Bahkan, Kolin merupakan elemen kunci dari struktur yang mengandung lemak dalam sel-sel membran,  fleksibilitas dan integritas tergantung pada asupan kolin. Jika anda mengkonsumsi dua butir telur maka anda telah menyediakan sekitar 250 miligram kolin atau kira-kira setengah dari asupan harian yang dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui.
Itulah sebabnya, telur sangat baik dikonsumsi oleh wanita hamil agar janin yang dikandungnya mempunyai perkembangan otak yang maksimal.  Ditambah lagi, pada saat masa perkembangan maka telur sangat baik dikonsumsi untuk menambah kecerdasan otak generasi millennial. Saat anda mengkonsumsi telur maka zat protein yang terkandung pada kuning telur sebesar 16,5% , sedangkan pada putih telur sebanyak 10,9 %.


Kuning telur dengan banyak manfaat 
(Sumber: tipscaraterbaik.com)


Zat Protein telur terdiri atas ovalbumin (pada bagian putih telur) dan ovavitelin (pada kuning telur). Apalagi, protein telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh agar tetap sehat. Zat ini sangat cocok bagi generasi bangsa tetap sehat dalam menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik. Mengkonsumsi telur dengan kandungan gizi tinggi merupakan cara mudah untuk meningkatkan kecerdasan generasi bangsa. Kandungan gizi berbagai jenis telur berbeda-beda. Untuk mengetahui lebih dalam, anda bisa lihat tabel berikut ini:


Telur
Energi
Protein
Lemak
Karbo.
Kalsium
Fosfor
Besi
Vit A
Vit B1
Air
Ayam utuh
162 kkal
12.8 g
11.5 g
0.7 g
54 mg
180 mg
2.7 mg
900 SI
0.10 mg
74.0 g
Ayam bag. kuning
361 kkal
16.3 g
31.9 g
0.7 g
147 mg
586 mg
7.2 mg
2000 SI
0.27 mg
48.4 g
Ayam bag. putih
50 kkal
10.8 g

0.8 g
6 mg
17 mg
0.2 mg


87.8 g
Bebek
189 kkal
13.1 g
14.30 g
8 g
56 mg
175 mg
2.8 mg
1230 SI
0.18 mg
70.8 g
Bebek Asin
395 kkal
13.6 g
13.6 g
1.4 g
120 mg
157 mg
1.8 mg
841 SI
0.23 mg
66.5 g
Penyu
144 kkal
12.0 g
10.2 g

84 mg
193 mg

600 SI
0.11 mg
766 g
Puyuh
1450 kkal,
10.3 g
10.6 g
3.3 g
49.0 mg
198 mg
1.4 mg
2741 SI


Kandungan gizi berbagai telur (Sumber: Sehatbugarbersama.com)

Mengkonsumsi daging ayam dan telur merupakan program yang wajib dilakukan secara berkesinambungan. Kandungan zat gizi tinggi yang ada di dalamnya merupakan bekal yang baik untuk memberikan kecerdasan generasi millennial. Kita memahami bahwa generasi millennial merupakan penyambung estafet kepemimpinan bangsa  Indonesia saat ini. Apalagi, tahun-tahun mendatang setelah bonus demografi terlewati maka tanggung jawab generasi millennial dalam memecahkan solusi bangsa adalah wajib.
Itulah sebabnya, generasi millennial perlu mengkonsumsi makanan yang mempunyai zat gizi tinggi. Ini merupakan modal besar untuk meningkatkan kecerdasan bangsa. Karena, masalah bangsa yang akan dihadapi puluhan tahun mendatang membutuhkan generasi bangsa yang tumbuh sehat, cerdas dan kreatif.  Untuk memahami tentang manfaat telur bagi tubuh, anda bisa melihat tayangan berikut ini:


Manfaat telur ayam kampung bagi tubuh
(Sumber: Resep Unhi)








Tuesday, October 3, 2017

Jaringan, Sinergi dan Implementasi Kota Kreatif




Jaringan, Sinergi dan Implementasi Kota Kreatif




Indonesia Creative Cities Conference 2017 di Makassar
(Sumber: dokumen pribadi)




Indonesia Creative Cities Network (ICCN) merupakan organisasi tingkat nasional yang bertindak untuk menumbuhkan ekonomi kreatif di Indonesia. Bukan itu saja, ICCN juga berkontribusi untuk menciptakan kota-kota kreatif di Indonesia. Demi “dikenal” masyarakat luas dan mencetak kepemimpinan baru maka ICCN sudah keempat kalinya mengadakan kongres dan konferensi di kota-kota Indonesia yaitu Bandung, Malang, Solo dan Makassar. Kota Makassar merupakan momen penting di mana Kota Denpasar untuk pertama kalinya mengikuti kongres dan konferensi tersebut.
Sebagai anggota baru dalam ICCN, Kota Denpasar juga mempunyai visi dan misi sebagai kota kreartif yang mampu mengembangkan beberapa sektor dari 16 sub sektor  ekonomi kreatif yaitu: film, aplikasi dan game dan music. Dan, untuk meningkatkan perkembangan sektor-sektor tersebut maka Walikota Denpasar juga langsung membentuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Denpasar yang menangani langsung tentang “empowerment” ekonomi kreatif. Dan, terbentuknya ekonomi kreatif ini mampu mendongkrak ekonomi di tingkat lokal. Ini merupakan tatanan ekonomi baru di mana peran penting para pelaku ekonomi kreatif tidak dipandang sebelah mata.
Selanjutnya, Bekraf Denpasar mengirimkan beberapa pelaku ekonomi kreatif yang berasal dari beberapa komunitas yang ada seperti komunitas musik teater (Kini Berseri), Komunitas rumah kreatif (Rumah Sanur) dan Komunitas penulis atau Blogger (Bali Blogger Community). Pengiriman delegasi tersebut  bertujuan untuk memberikan wawasan tentang ekonomi kreatif di Tingkat nasional. Delegasi juga mendapatkan banyak ilmu yang berhubungan dengan ekonomi kreatif. Bukan itu saja, Kota Denpasar benar-benar serius ingin tampil menjadi pemain dalam perkembangan ekonomi kreatif tanah air.

Peran Besar Kota Kreatif
Indonesia Creative Cities Network (ICCN) keempat diselenggarakan di Hotel Gammara Makassar dari tanggal 8-10 September 2017. Kebetulan sekali, acara tersebut berbarengan dengan acara spektakuler tingkat internasional, Makassar International Eight Festival and Forum 2017 yang menampilkan berbagai atraksi-atraksi yang berhubungan erat dengan 16 subsektor ekonomi kreatif. Banyak acara menarik yang dihelat dalam ajang kongres dan konferensi  Indonesia Creative Cities Network (ICCN) tersebut di antaranya: kongres pemilihan kepemimpinan ICCN untuk 2017-2019, konferensi ICCN yang membahas tentang isu-isu terkini tentang ekonomi kreatif tanah air, bedah buku putih ekonomi kreatif dan paparan penting tentang sepak terjang kota-kota kreatif yang telah melakukan MoU dengan ICCN dan lain-lain.
Narasumber-narasumber yang hadir pun merupakan orang-orang penting yang berkontribusi dalam dunia ekonomi kreatif di Indonesia. Tambah lagi, paparan dari 6 Deputi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang memberikan tentang gambaran utuh kinerja Bekraf dalam membantu menciptakan ekonomi kreatif di Indonesia. Dan, ini merupakan oase bagi para pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang serius untuk meningkatkan daya saing ekonomi kreatif. Karena, dalam paparan-paparan tersebut memberikan pencerahan tentang berbagai program dan regulasi pemerintah dan bisa membantu pelaku ekonomi kreatif untuk lebih meningkatkan kontribusinya. Seperti, pelayanan dan bantuan Bekraf untuk Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku ekonomi kreatif. Dan, masih banyak hal penting yang dipaparkan 6 Deputi Bekraf tersebut.


Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf RI Pak Boy Berawi 
sedang memberikan paparan penting (Sumber: dokumen pribadi)


Salah satu dari paparan menarik dari Deputi Bekraf yaitu Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bapak Boy Berawi menegaskan bahwa subsektor unggulan dari pilihan Kabupaten/Kota di Indonesia memberikan gambaran sebagai berikut:


Nomor
Subsektor unggulan Kabupaten/Kota
Jumlah Kabupaten/kota
Prosentase
(%)
1.
Kriya
22
23
2.
Seni pertunjukan
20
20
3.
Kuliner
19
19
4.
Fashion
14
14
5.
Aplikasi dan Game
7
7
6.
Film, animasi dan video
7
7
7.
Desain komunikasi visual
2
2
8.
Desain produk
2
2
9.
Musik
2
2
10.
Lainnya
4
4
Subsektor unggulan Kabupaten/Kota di Indonesia (Sumber: Bekraf, 2017/diolah)


Lanjut, untuk memberikan tentang gambaran utuh kota kreatif maka pihak-pihak yang berkecimpung dalam penciptaan kota-kota kreatif juga  mengambil inisiatif membuat sebuah buku. Buku putih kota kreatif mengupas tentang hal-hal yang berhubungan dengan kota kreatif di Indonesia dibedah dalam acara bergengsi tersebut. Dari arti kata ”kreatif” itu sendiri yang hingga kini memberikan makna “ambigu” dan banyak persepsi hingga bermuara pada model implementasi Kabupaten/Kota kreatif. Oleh sebab itu, ICCN menggelar bedah buku kota kreatif dan sesi diskusi serta tanya jawab tentang seputar perkembangan kota kreatif di Indonesia.


Foto bersama setelah mengadakan sesi bedah buku 
(Sumber: dokumen pribadi)

Dalam bedah buku tersebut juga dibahas tentang cara implementasi kota kreatif di Indonesia. Itu menjadi hal penting sebagai mekanisme yang harus dilalui oleh sebuah Kabupaten/Kota di Indonesia untuk menjadi Kabupaten/Kota Kreatif.  Di mana, dalam Kabupaten/Kota di Indonesia  yang layak disebut sebagai kota kreatif perlu melakukan beberapa langkah sebagai berikut yaitu:
1.      Start Up (Komitmen); tindakan awal dari setiap pemangku kepentingan yang hendak mengembangkan Kabupaten/Kota kreatif  adalah membuat komitmen yang akan menjadi panduan bagi semangat pergerakan. Komitmen akan terjaga dengan mengikuti panduan  yang diperinci menjadi:
a.     Pemetaan potensi keunggulan Kabupaten/kota yang meliputi potensi ekonomi pertanian, industry dan manufaktur , perdagangan dan informasi, dan ekonomi kreatif yang mengacu kepada 16 subsektor yang telah dirumuskan oleh Bekraf;
b.     Pembentukan platform Quadruple Helix; dan
c.     Penerapan 10 prinsip Kabupaten/Kota kreatif sebagai tolok ukur atau indicator keberhasilan dalam penyelenggaraan pembangunan Kabupaten/Kota.
2.      Excellence (Implementasi), potensi Kabupaten/Kota yang telah teridentifikasi melalui serangkaian pemetaan kemudian diimplementasikan  oleh sebuah tim ad hoc, yang atas unsur-unsur Quadruple-helix;
3.      Champion (Motor Penggerak kawasan atau Kabupaten/Kota Sekitar). Sebuah Kabupaten/kota layak mendapat predikat  sebagai Kabupaten/kota kreatif  ketika berhasil menjalankan rencana aksi dan program-programnya  sesuai dengan beberapa indikator keberhasilan  yang telah ditentukan Kabupaten/kota kreatif mampu menjalankan peran sebagai motor kreatif untuk membangun Kabupaten/Kota dan bertindak sebagai episentrum kreatif yang dapat menginspirasi Kabupaten/Kota kreatif yang lain di kawasan sekitarnya yang berada dalam satu provinsi.

Komunitas Kreatif
Beberapa komunitas yang berasal 18 (delapan belas) Kabupaten/kota kreatif  memberikan paparan dan pandangan tentang kontribusi atau visi dan misi yang telah dilakukan di kotanya. Banyak ilmu menarik yang bisa diperoleh dari paparan tersebut seperti perjuangan Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah dalam berjuang seni batik dapat diakui UNESCO, semangat yang kuat Kota Surabaya untuk menjadi Kota Gastronomi dunia, kiat-kiat menarik Kota Bandung menjadi kota kreatif di Indonesia dan lain-lain. Ini menjadi lecutan dan energi Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia untuk menjadi kota kreatif baik tingkat nasional maupun internasional. Sebagai informasi, Kota Ambon sedang berjuang untuk menjadi kota kreatif sebagai Kota Musik Dunia.       

  


Perwakilan dari kota-kota kreatif di Indoesia 
(Sumber: dokumen pribadi)


Dan, pada sesi paparan Kabupaten/Kota Kreatif tersebut, Kota Denpasar  juga memberikan pandangan tentang kontribusi terciptanya ekonomi kreatif di Kota yang berwawasan Budaya yang Unggul. Bapak I Gusti Anindya Putra yang bertindak sebagai Kepala Bekraf Denpasar didaulat untuk memberikan paparan tentang perjalanan panjang Kota Denpasar menjadi kota kreatif di pulau Bali. Beberapa subsektor unggulan pun digeber untuk menciptakan  ekonomi kreatif baru seperti film, aplikasi dan game, dan musik. Kehadiran komunitas-komunitas yang ada di Kota Denpasar memberikan kontribusi besar tumbuhnya lading-ladang ekonomi kreatif. Terpenting dalam paparan tersebut adalah dukungan besar dari Walkota Denpasar Ida Bagus Darmawijaya Mantra terhadap tumbuhnya komunitas-komunitas kreatif. Dukungan tersebut sebagai penambah energi bagi komunitas-komunitas kreatif dan mampu memberikan peran besar terhadap “sustainable” Denpasar sebagai Kota Kreatif baik tingkat nasional maupun internasional.


Bapak I Gusti Anindya Putra, Kepala Bekraf Denpasar sedang 
memebrikan paparan tentang pertumbuhan ekomi kreatif 
di Kota Denpasar (Sumber: dokumen pribadi)


Dalam ajang ICCN juga digelar berbagai workshop dan pameran yang berasal dari komunitas-komunitas kreatif di Indonesia. Workshop-workshop tersebut di antaranya Digital Ads (periklanan digital), Creative Community Development, Idea to Execution (Pengembangan komunitas kreatif, Gagasan untuk mengeksekusi),  Destination Branding Management (Manajemen Tujuan Nilai), Festival Kreatif Berbasis Komunitas, Pemetaan Potensi Kreatif Daerah dan lain-lain. Dari paparan tersebut bisa memberikan wawasan penting bagi peserta ICCN dan diimplementasikan di daeahnya. Seperti Workshop tentang Pemetaan Potensi Kreatif Daerah yang mengajarkan kita untuk menggali sumber-sumber atau kejadian-kejadian apapun yang ada dalam sebuah kota untuk dijadikan database yang nantinya digunakan sebagai bahan kebijakan bagi kepala daerah setempat.

Berbagi Ilmu
Peserta ICCN juga bisa berbagi, menimba ilmu dan berkenalan secara langsung dengan berbagai komunitas-komunitas kreatif dari kota-kota kreatif yang hadir.  Ini merupakan ajang saling tukar informasi dan memperkuat relasi komunitas agar menjadi sinergi yang kuat untuk meningkatkan nilai kota kreatif di daerahnya masing-masing. Setiap booth atau stand pameran yang ada di kawasan kongres ICCN juga memberikan masukan ilmu untuk peserta ICCN dalam membangun hubungan pertemanan atau hubungan bisnis selanjutnya. Produk-produk yang dipamerkan 100 persen merupakan produk-produk  kreatif,  dari produk yang berhubungan dengan musik hingga animasi. Hadirnya produk-produk tersebut bisa menjadi pemantik bagi komunitas kreatif kota lainnya untuk berkarya dalam melakukan inovasi produk di daerahnya. 
Oleh sebab itu, tagline yang diangkat dalam kongres dan konferensi ICCN di Makassar adalah “Sinergi Kota Kreatif”, di mana perlu adanya sinergi semua elemen atau quadruple helix  secara bottom up. Sinergi ini dimaksudkan untuk menyatukan pandangan penciptaan kota kreatif di Indonesia. Bukan itu saja, tujuan besar untuk menjadi kota kreatif dunia juga perlu membutuhkan quadruple helix di tingkat nasional.  Apalagi, kota kreatif yang hadir bukan hanya menjadi inspirasi bagi penciptaan kota kreatif lainnya di tingkat Provinsi. Tetapi, tujuan besar kota kreatif tersebut adalah menjadikan kota kreatif yang menghasilkan karya-karya atau inovasi yang bisa diakui UNESCO. Sinergi lintas kota kreatif juga dibutuhkan untuk memberikan masukan atau pandangan secara spesifik tentang fokus kota kreatif dalam mengembangkan subsektor yang menjadi sektor unggulan. Kondisi tersebut menimbulkan sebuah jaringan (network) antar kota kreatif untuk berbagi ilmu agar tumbuh bersama menjadi kota kreatif yang “sustainable”.   
Selanjutnya, acara ICCN yang paling dinantikan adalah pemilihan ketua ICCN untuk periode 2017-2019.  Berbagai pandangan tentang kepemimpinan ICCN di masa depan juga dibahas dalam kongres pemilihan pengurus ICCN baru tersebut. Untuk memperkuat pandangan tentang calon ketua ICCN maka 10 prisnsip kota kreatif  dan syarat-sayarat atau mekanisme pemilihan pengurus ICCN dibahas kembali dengan menampilkan kembali regulasi yang ada dalam AD/ART. Dalam AD/ART menyatakan bahwa  calon ketua ICCN baru adalah sosok yang berasal dari perwakilan kota kreatif yang telah mengikuti sekurang-kurangnya 2 kali kongres ICCN. Oleh sebab itu, Kota Denpasar yang mengajukan calon ketua ICCN  secara hukum tidak bisa ikut ambil bagian dalam perebutan ketua ICCN untuk periode mendatang. Sejatinya, ada 3 kota kreatif yang mengajukan calon ketua umum ICCN adalah Kota Bandung, Yogyakarta dan Kota Denpasar. Perwakilan dari Yogyakarta M. Arief Budiman secara “legowo” menyerahkan sepenuhnya kepada Kang Vicky (perwakilan) untuk menjadi Ketua ICCN baru yang dipilih secara aklamasi dan kekeluargaan. Selanjutnya, M. Arief Budiman sendiri didapuk sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen) ICCN. 
Acara di Kongres ICCN Makassar yang tidak kalah seru adalah penentuan tuan rumah kongres dan konferensi  tahun 2019 mendatang. Ada tiga kota kreatif yang berani mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah kongres dan konferensi ICCN tahun 2019 nanti, yaitu: Kota Bandung, Yogyakarta dan Kota Denpasar. Setiap kota kreatif yang mengajukan diri memberikan presentasinya untuk meyakinkan kota-kota kreatif lainnya. Dan, hasil akhir menentukan bahwa Yogyakarta menjadi tuan rumah kongres dan konferensi ICCN selanjutnya. Ada hal penting yang perlu digarisbawahi  agar bisa menjadi tuan rumah ajang spektakuler tersebut adalah dukungan besar dari sang kepala daerah (Bupati/Walikota) dan kesiapan secara fisik dan material dari kota kreatif agar memberikan kesan yang mendalam bagi peserta ICCN. Namun, yang terpenting adalah tumbuhnya sinergi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan komunitas kreatif demi kontinuitas kota kreatif.
Kota Denpasar sebagai peserta kongres dan konferensi ICCN baru mendapatkan wawasan penting tentang cara mengelola dan mempertahankan komunitas dari kota-kota kreatif lainnya di Indonesia. Bisa berdialog dan berbagi informasi langsung dengan pelaku ekonomi kreatif lainnya di Indonesia merupakan pelajaran penting bagi delegasi Kota Denpasar  yang digawangi oleh Bekraf Denpasar untuk membuat komunitas kreatif menjadi lebih hidup. Lanjut, komunitas tersebut bisa memberikan terobosan jitu atau memberikan inspiratif bagi komunitas kreatif lainnya. Apalagi, Walikota Denpasar sangat mendukung bahkan sebagai inisiator terbentuknya Bekraf Denpasar sebagai wadah, pendorong dan “develop” terbentuknya komunitas-komunitas kreatif lainnya di Kota Denpasar.  Ya, Kota Denpasar memang sebagai pemain baru dalam konteks ICCN tetapi bersikeras untuk menyatukan langkah “step by step” menjadi kota kreatif tingkat nasional maupun internasional. Hal ini seperti apa yang dikatakan oleh Kepala Bekraf Denpasar sesaat setelah acara “Community Gathering bersama OPD Kota Denpasar” di Kota Denpasar bulan Agustus 2017 lalu.   

Kota Denpasar sebagai Kota yang Berwawasan Budaya yang Unggul menjadi modal besar untuk menjadi kota kreatif yang bisa melampaui Kota Bandung. Apalagi, ilmu yang diperoleh para delegasi Kongres dan Konferensi ICCN Makassar bisa menjadi amunisi untuk berkontribusi lebih dalam menyatukan sinergi menjadi kota kreatif yang menjadi inspirator kota-kota lainnya di pulau Bali dan nasional.  Sampai jumpa di ajang ICCN mendatang!


NB. Tulissan ini juga bisa anda baca di