Friday, December 16, 2016

Best Western Kuta Villa





Sensasi Ubud di Best Western Kuta Villa





Menikmati Sensasi Ubud di Best Western Kuta Villa



Waktu libur telah tiba. Kini saatnya kita menikmati waktu santai di mana bisa menghabiskan waktu bersama keluarga atau sahabat tercinta. Dan, pulau Bali masih  menjadi proritas utama sebagai destinasi wisata yang menggiurkan.
Selanjutnya, hal yang perlu diperhatikan saat berlibur ke Bali adalah pilihan tempat menginap yang “recommended” dengan memberikan nilai lebih. Sebagai rujukan, banyak orang yang mengetahui Ubud sebagai kawasan sejuk dan pusatnya seni yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Oleh sebab itu, Ubud banyak menjadi incaran destinasi ‘”menginap” karena suasananya yang masih alami. Lantas, bagaimana jika kita menginap di hotel kawasan wisata Kuta yang ramai, tetapi suasana Ubud tetap bisa kita nikmati. Tentunya setiap wisatawan sangat menginginkan suasana tersebut.
Kondisi itulah yang saya coba untuk merasakan sensasi menginap di hotel yang masih menjadi group dari Best Western. Selanjutnya, hotel yang menjadi tujuan menginap adalah Best Western Kuta Villa. Dengan menggunakan fasilitas “Voucher Complimentary”, maka saya semangat banget untuk merasakan seperti apa sensasi Ubud yang ada di hotel tersebut.


 Best Western Kuta Villa, tempat yang pas untuk 
berbagai kegiatan saat liburan atau berbisnis


Yang menarik ketika saya melakukan check in adalah suasana Natal begitu kental. Pohon Natal yang berhiaskan angpao dan pernik-pernik Natal berdiri tegak di samping kanan meja resepsionis. Karyawan hotel yang sedang bertugas di bagian tersebut menyambut kami dengan ramah. Aksen warna krem dan coklat begitu dominan di kawasan ruang tunggu.
Dan, salah satu dari karyawan resepsionis yang ada mengantar kami hingga ke kamar yang dituju, lantai 2 dengan nomor kamar 2501 yang termasuk kelas Premium dengan ekstra bed. Yang unik dari tempat menginap ini adalah suasana alam dan seni sangat mendominasi di hampir seluruh kawasan hotel.


Meja Resepsionis

Ketika kita melewati kamar-kamar hotel yang ada di lantai dasar, semua pintu terbuat dengan sistem ukiran. Serasa kita berada di rumah-rumah khas Jawa tempo dulu. Berbagai ukiran yang terbuat dari batu kapur tercetak di beberapa kawasan hotel.
Suasana teduh dan “Ubud” begitu melekat karena lorong-lorong antar kamar hotel yang kami lewati banyak dihiasi dengan pohon Maja yang rasanya sangat pahit sebagai penghias dan peneduh. Bahkan, pohon besar yang buahnya seperti Matoa tumbuh subur di antara lorong-lorong kamar.


Lorong-lorong antar kamar hotel yang berhiaskan 
tumbuhan maja

Ketika saya melewati lorong-lorong kamar di lantai dasar ini, saya merasakan seperti villa-villa pribadi yang ada di kawasan Ubud. Rasanya, kesan hotel sepertinya hilang berganti menjadi rumah-rumah pribadi yang saling berdempetan. Tentunya yang membedakan adalah akses masuk kamar yang telah menggunakan teknologi chip kartu magnetik.



Sejenis buah matoa yang tumbuh rindang di antara 
lorong-lorong antar kamar hotel

Melewati lorong-lorong kamar bagian lantai 2 yang bertuliskan jelas “Non Smoking Floor” menunjukan itikad baik agar kondisi hotel tetap terjaga keasriannya tanpa diliputi asap rokok yang bisa merusak kesehatan. Dan, lorong-lorong ini dirancang tidak membuat licin saat hembusan daun-daun pohon yang ada di sekitar hotel “mencipratkan” air hujan yang mengenai tangga naik.



Lorong menuju kamar tempat saya menginap, tempatnya paling 
ujung. Di kawasan ini merupakan “Non Smoking Floor”

Kamar yang Nyaman   
Memasuki kamar yang dituju, saya berasa “fall in love” banget. Kamar yang luas untuk ukuran keluarga, lebih dari cukup. Telah dilengkapi dengan 2 kursi dan 1 meja portabel yang bisa dipindah-pindah. Kursi yang pertama dirancang sedikit miring ke belakang yang bertujuan untuk menyandarkan badan kita untuk menghilangkan rasa lelah. Sedangkan, kursi yang satu dirancang tegak dan cocok buat saya untuk menulis. Meja yang dirancang “mati” telah dilengkapi dengan kaca besar yang terpasang di dinding.


Asyik menulis dan browsing internet dari fasilitas Wifi gratis

Televisi flat yang terpasang di bagian tengah dinding kamar telah dilengkapi kurang lebih 60 chanel dalam dan luar negeri. Di bawah TV flat tersebut telah terpasang meja yang berwarna coklat tua yang berfungsi serbaguna. Sebelah kirinya terdapat pemanas air dan air minum mineral yang disediakan hotel. Sedangkan, bagian paling kiri kamar tersebut terpasang lemari besar yang berfungsi untuk menaruh atau menggantung pakaian dan “Safe Deposit Box”. 


 Meja dan lemari yang berdiri tegak di bagian paling kiri kamar tidur



Safe Deposit Box yang tersimpan di dalam lemari



Hanger pakaian dan baju mandi telah disediakan di dalam lemari


Saya beruntung sekali karena kamar tersebut telah dilengkapi dengan ekstra bed. Sangat cocok ketika mengajak anak saya yang mulai remaja untuk menginap. Di antara tempat tidur terdapat meja kecil yang berguna untuk menempatkan telepon, penujuk waktu (jam) dan alarm yang telah disediakan oleh manajemen hotel. Di atasnya, telah tergantung lampu tidur yang yang pancaran cahayanya tidak terlalu terang. Pas sekali saat kita tidur, bikin nyenyak.
     

Tempat tidur yang nyaman bikin nyenyak beradu mimpi

Menelisik ke bagian “kamar belakang” telah disediakan wastafel yang airnya bisa kita atur (dingin atau hangat ke panas). Di bagian atasnya telah terpasang kaca yang ukurannya lumayan besar. Toilet duduk pun sangat nyaman saat kita memakainya karena lumayan besar. Juga, telah disediakan bath tube (wastafel besar untuk mandi) dengan sistem pengaturan air (dingin ke panas). Serta, terdapat juga shower yang terletak di atas bath tube dan shower portabel yang bisa dipindah-pindah.
   

Bath tube dan toilet yang berstandar internasional

 

Kaca yang terpasang memberikan pantulan bayangan dan 
memberikan kesan lapang


Seperti biasanya, suasana Ubud pun dibenamkan di dalam kamar hotel. Di bagian belakang (pojok) terdapat tempat mandi yang beratapkan  langit. Bagian bawah tempat mandi tersebut dirancang dengan menggunakan unsur kayu. Sedangkan, bagian pojok yang di bagian temboknya terdapat shower portabel dengan jenis air dingin ke panas yang bisa kita setel terdapat alas lantai dari batu-batu kecil.
Kesan alami sangat kental sekali. Apalagi, atap langit membuat kita seperti mandi di alam terbuka. Dan, tumbuhan hidup tidak lupa di pasang di kawasan ini agar memberikan udara segar. Kamar mandi terbuka tersebut berbatasan dengan kamar mandi utama dan kamar tidur yang pintunya dengan sliding door (pintu geser).    



Kamar mandi belakang yang terbuka beratapkan langit



Asyik banget mandi di kamar mandi belakang

Kolam Renang dan Restoran
Kurang sreg rasanya jika tidak mencicipi sensasi kolam renang saat menginap di hotel berkelas internasional. Kolam renang yang masih berbentuk konvensional (persegi empat) memberikan jernihnya air yang menggugah adrenalin saya. Kita renang brosis …. Tancap abis!
Padahal, waktu masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Air masih dingin karena semalaman hujan turun. Saya tidak peduli, pokoknya renang. Ada beberapa hal yang hendak saya cari yaitu: membuat badan sehat dan mengatur pernafasan saya. Bukan hanya itu, renang merupakan ritual saya jika menginap di hotel berbintang.

 
Kolam renang dengan air yang jernih membuat saya 
berlama-lama berenang

Saya belajar dari orang asing (bule). Mereka tak melewatkan untuk berenang ketika menginap hotel. Kolam renang yang mempunyai warna dasar kolam berwarna biru memberikan kesan alam seperti pantulan dari birunya langit. Air yang jernih dan tidak mengandung banyak kaporit tidak memberikan efek pedih di mata. Saya pun betah berlama-lama di kolam renang ini.
Kolam renang yang berbatasan langsung dengan Chill In Resturant menjadi “objek pemandangan” menarik bagi tamu yang sedang menikmati kuliner. Apalagi, tidak perlu khawatir karena di samping kolam renang telah berdiri Pool Bar yang menyediakan berbagai minuman yang bisa menghangatkan badan. Kursi-kursi yang didesain terendam dalam air memberikan sensasi abis.   


Pool Bar yang berada di samping kolam renang

Setelah puas berenang dengan mengarungi kolam renang lebih dari 15 kali bolak balik dari ujung ke ujung maka selanjutnya adalah menikmati kuliner yang disediakan hotel. Chill In Resturant yang berada di bagian depan sisi kanan hotel telah menyediakan berbagai jenis “Food and Beverages”.

 Kuliner yang disediakan oleh restoran

Dari kuliner tradisional hingga modern tersaji di restoran ini. Dari gado-gado dan nasi jagung hingga makanan bernuansa roti merangsang saya untuk mencicipinya. Ada soto Medan atau bubur yang tidak suka makanan yang keras. Saya tidak melewatkan untuk minum jus jeruk dan apel yang tersedia di restoran ini. Nasi goreng yang berbalutkan “beef sausage” melengkapi menu “breakfast” di pagi yang indah ini.


Gado-gado dan nasi jagung


Breakfast (makan pagi) di pagi yang indah

Suasana restoran yang terkesan lapang karena pengaturan meja yang tidak terlalu berdekatan. Juga, aksen yang bernuansa Bali juga menghiasi restotan ini seperti balutan kain “poleng” (kotak-kotak). Semua kursi dan mejanya terbuat dari unsur kayu. Sangat alami! Dan sensasi Ubud masih ada di kawasan ini.   

  

Suasana Chill In Restaurant dengan aksen kayu pada meja 
dan kursi dan kain poleng yang membuat cita rasa Bali

Bagi sahabat-sahabat yang sedang atau merencanakan liburan ke Bali dan hendak menginap di kawasan Kuta yang ramai dan bernuansa Ubud, Best Western Kuta Villa sangat “recommended” untuk menjadi persinggahan yang nyaman dan alami. Sahabat-sahabat bisa menghubungi langsung ke alamat di bawah ini atau meng-klik webnya langsung. Banyak penawaran harga menarik. Selamat berlibur dan silahkan singgah. Matur suksma (Terima Kasih).

Best Western Kuta Villa
Jalan Nyang-nyang Sari No. 2
Kuta Bali 80361 Indonesia
(62) 361-75-66 65 Fax (62) 361-76 65 77
For reservation : reservation@bwkutavilla.com

Artikel ini juga bisa sahabat baca di Kompasiana

Thursday, December 15, 2016

Best Western Resort Kuta



Semalam di Best Western Resort Kuta



Selamat datang di Best Western Resort Kuta



Menjelang Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, pulau Bali sedang panen berkah. Pariwisata yang ada di pulau Bali menjadi jujukan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kedatangan jalur darat maupun udara kian menyemut menjelang datangnya Natal dan pergantian tahun.
Saya melihat ratusan bus pariwisata yang berasal dari luar Bali menyesaki jalanan pulau Bali. Pemandangan yang tidak asing lagi meskipun Bali sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu. Tetapi, yang menarik adalah banyak wisatawan yang ingin menghabiskan malam Natal dan Tahun Baru di pulau Dewat ini.
Kondisi tersebut berdampak terhadap okupansi (daya kunjungan) ke seluruh sarana  pendukung pariwisata. Salah satu lini bisnis pariwisata yang sedang memanen berkah adalah bisnis perhotelan. Meskipun, persaingan bisnis perhotelan sungguh kejam (baca: bersaing), tetapi harga (cost) menginap di hotel dari segala kelas atau bintang menjadi naik.
Bahkan tarif hotel ada yang naik hampir 100 persen. Oleh sebab itu, selalu hukum permintaan berpengaruh terhadap hukum persediaan. Ketika permintaan begitu banyak, sedangkan persediaan konstan maka harga atau nilai sebuah barang atau jasa akan menjadi naik. Begitu pun dengan tarif hotel.

***

Lantas, apa yang menarik bisnis perhotelan bagi saya. Saya pun ikut nimbrung alias tidak mau kalah dengan para wisatawan yang mau menginap di hotel. Mendekati Natal dan Tahun Baru, saya mencoba mencicipi atau menginap di hotel kelas internasional, Best Western. Hal yang menarik adalah saya memanfaatkan “Voucher Complimentary” untuk menginap gratis di 2 (dua) hotel yang berbeda tetapi dalam satu manajemen. Selanjutnya, kisah menginap di hotel-hotel tersebut akan ditulis dalam kisah yang berbeda. Cekidot!   
Hotel pertama yang menjadi tempat untuk bermalam adalah Best Western Resort Kuta Hotel yang berada di jalan Kubu Anyar Nomor 118 Banjar Anyar Kuta Badung 80361. Ketika saya melakukan check in, kondisi cuaca sedang mendung. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat saya untuk menikmati fasilitas yang disediakan oleh Best Western Resort Kuta.             
Hotel yang terletak di jalur lalu lintas yang tidak terlalu ramai (jalan protokol) membuat keadaan di sekelilingnya banyak dipenuhi dengan pepohonan yang rindang. Ketika saya dan istri datang ke Kantor Depan (Front Office), karyawan yang sedang bertugas menyambut kami dengan senyum dan ramah.
Saya melihat kondisi ruang tunggu yang terlihat luas dan terbuka membuat sirkulasi udara menjadi bebas. Kadang angin yang bertiup menyergap badan saya. Rasa dingin karena cuaca yang mendung membuat bulu kuduk berdiri. Sedangkan, ornamen dan hiasan yang ada terkesan desain lokal sehingga membuat suasana “Bali banget” seperti ukir-ukiran dinding yang terbuat dari batu kapur. Unik banget!   
Televisi flat yang terpasang di bagian dinding belakang Front Office membuat pemandangan yang menarik bagi tamu yang sedang melakukan check ini atau pengunjung ketika menunggu saudara, teman, kerabat atau relasi bisnisnya. Menjelang Natal, hiasan pohon Natal tidak ketinggalan menghiasi samping kanan Front Office. Gantungan angpao dan asesoris natal menjadi semakin semarak.



Front Office yang luas dengan hiasan yang unik

Melangkah ke bagian lebih dalam, kita berada di kawasan terbuka (beratapkan langit) yang biasa digunakan untuk berbagai macam kegiatan ketika suasana tidak turun hujan. Yang di depannya terdapat bar untuk melayani para tamu. Di kawasan ini, suasana budaya Bali lagi-lagi membuat “kearifan lokal” tetap terjaga.
Karena, masih di kawasan terbuka tersebut tumbuh subur pohon beringin yang berselimutkan kain “poleng”. Kondisi ini menunjukan bahwa pohon tersebut sebuah tempat yang disucikan. Pesan saya, jangan sekali-kali mengganggu tempat yang dikeramatkan. Karena dalam kepercayaan agama Hindu, disitulah bertahta dewa yang disembah. Karena ada “pelinggih”, tempat sembahyang.
  
 

Pohon beringin yang rindang dengan pelinggih

Yang menarik dari hotel ini adalah lantai serba kayu yang terdapat di kawasan tengah di mana kolam renang besar berada. Menurut saya, kondisi ini bergun untuk mencegah kondisi licin yang bisa membuat tamu terpeleset. Atau, mempermudah pemeliharaan karena berdekatan dengan unsur air.
Best Western Resort Kuta terdiri dari 4 lantai. Kebetulan, saya menempati kamar nomor 4210 (Superior) yang berada di lantai 4. Akses untuk naik turun naik menggunaka lift yang terletak di depan Ambrosia Restaurant. Melihat sekeliling jejeran kamar dari pinggir kolam renang, warna krem dan coklat tua sangat mendominasi. Warna yang kalem untuk dipandang.  
 


Ornamen klasik dan unsur kayu yang mendominasi kawasan tengah

Saya berharap kamar yang saya tempati bisa melepas pandang ke arah kolam renang. Kenyataannya tidak! Kamar yang saya huni justru mempunyai pemandangan yang lepas ke jalan raya Kubu Anyar dan deretan genteng-genteng unik. Ketika mendung dan berubah hujan, pemandangan ke luar jendela sungguh indah. Titik-titik air yang menempel di kaca membentuk lukisan alam. Kabut tebal yang bergerak perlahan membuat suasana senja bagai berada di tanah pegunungan.  


 Titik-titik air yang menghalangi pemandangan ke luar jendela

Ruangan kamar yang telah dilengkapi fasilitas standar hotel internasional membuat saya menjadi nyaman. Air panas membuat badan saya sedikit mengurangi rasa dingin karena serbuan Air Conditioning (AC). Sekali lagi, unsur lokal masih melekat di kamar seperti  adanya ukiran batu kapur tertempel di dinding bagian depan dekat televisi flat berada.    

 Ruang tidur yang nyaman



Wastafel dan hair dryer



Kamar mandi dengan shower



Kondisi toilet


 

Memandang ke luar jendela hotel

Kondisi di luar hotel yang masih hujan membuat saya masih bermalas-malasan untuk mencari udara segar dengan jalan-jalan. Untungnya, acara chanel televisi membuat saya menjadi tidak gundah gulana. Apalagi, acara-acara idola saya siap memberikan kesegaran pikiran dan hiburan. Saya pun menghanbiskan malam yang indah itu dengan tidur nyenyak setelah menikmati acara TV yang ditunggu-tunggu berakhir.

***

Tak lengkap rasanya jika menginap di hotel berbintang tidak mencicipi fasilitas kolam renang. Mungkin, pendapat saya sungguh konyol Tetapi, saya selalu happy ketika menjajal fasilitas kolam renang yang ada. Bahkan, seberapa dalam kolam renang yang bisa saya jangkau kedalamannya. Sungguh asyik!
Entah sudah berapa kali saya menjajal kebugaran badan saya untuk berenang bolak balik dari ujung ke ujung. Cuma saya sendiri! Berasa banget kolam renang ini milik saya. He he he. Nikmat banget rasanya ketika bisa berenang. Namun, yang paling penting adalah menjaga kesehatan pernafasan. Karena sehat tidak ada di took-toko.


Pemandangan kolam renang pada malam hari




Air dingin tidak menyurutkan saya untuk berenang

Bagi tamu yang berenang siang hari, maka Matsya Pool Bar siap melayani saat istirahat dari berenang. Apalagi, jika kita mau menggunakan fasilitas SPA, maka SPA yang berada di bagian ujung siap melayani tamu. Jadi, jangan takut cape berenang!


  Matsya Pool Bar

Sehabis berenang, tentunya badan menjadi lelah dan lapar. Aksi selanjutnya adalah menikmati kuliner yang ada di Ambrosia Restaurant. Banyak kuliner yang menggoda saya untuk mencicipinya. Namun, tidak mungkin saya mencobanya semua. Gila apa!
Kuliner yang menarik adalah nasi goreng yang ditaburi dengan olahan ikan khas Bali. Tidak lupa minum jus mangga dan jeruk yang membuat badan menjadi segar setelah lebih dari satu jam berjibaku dengan air kolam renang. Untuk memberi efek segar, maka buah-buahan menjadi pamungkas saya menikmati kuliner di Ambrosia Restaurant.    
Akhirnya, jika anda berwisata ke Bali jangan malu-malu untuk mampir di Best Western Resort Kuta. Fasilitas internasional yang tetap menjaga kearifan lokal. Selamat menginap!  

 
Ambrosia Restaurant




NB. Semua ilustrasi dokumen pribadi