Thursday, August 20, 2015

My 7-Days Fruits Diary”, pengalaman seru mengonsumsi buah-buahan Sunpride selama 7 hari






Indonesia yang berada di kawasan tropis memberikan keanekaragaman hasil alam. Salah satu hasil alam yang merupakan anugerah Tuhan adalah berlimpahnya jenis buah-buhan di seluruh Nusantara. Kita bisa mendapatkan keanekaragaman buah-buahan dari Sabang sampai Merauke. Tetapi, melimpahnya buah asli nusantara tidak serta merta seluruh masyarakat Indonesia mencintai buah lokal yang ada. Ditambah lagi, membanjirnya buah impor membuat kondisi buah lokal menjadi dinomorduakan. Apalagi, kadangkala harga buah impor dari negara tertentu yang setara atau lebih murah dari buah lokal membuat buah impor semakin merajalela.
Kondisi membanjirnya buah impor membutuhkan kebijakan Pemerintah untuk menekan datangnya buah impor dan menggalakkan arus lalu lintas buah lokal di seluruh nusantara. Apalagi, dorongan yang besar Pemerintah terhadap perusahaan swasta yang  mengangkat nama baik kemajuan buah asli nusantara sangatlah diharapkan dan diapresiasi. Salah satu perusahaan yang mengangkat kemajuan buah asli nusantara adalah PT.Sewu Segar Nusantara yang beralamat di Jl. Telesonic Dalam (Jl. Raya Gatot Subroto Km. 8) Tangerang, Banten 15810 dengan nomor telp. +62 21 590 2937. Perusahaan yang sangat familiar dikenal dengan nama Brand SUNPRIDE  berkomitmen menyediakan buah-buah segar berkualitas dengan lebih dari 20 jenis yang 80%nya adalah buah lokal. Dengan motto “Fresh Everyday”, maka diharapkan kita bisa menikmati buah lokal dalam keadaan segar setiap harinya. Siapa lagi yang menikmati buah lokal milik Indonesia kalau bukan kita sendiri. Betul tidak?


www.sunpride.co.id



Bagaimana, jika kita mengkonsumsi buah Sunpride yang asli nusantara selama 7 hari berturut-turut? Tentu seru bukan? Saya pun mencoba untuk  mengkonsumsi buah tersebut dan menuangkan pengalamannya dalam tulisan ini. Aku pun merencanakan untuk mengkonsumsi 7 macam buah asli nusantara, yaitu: apel, melon, nanas, pisang, semangka, jeruk dan pepaya dalam waktu 7 hari.   

1. Hari Pertama (ke-1), 14 Agustus 2015 - Menikmati Buah Apel          
Nama buah apel dalam bahasa latin adalah Malus domestica yang merupakan keturunan dari Malus Sieversii asal Asia Tengah, dengan sebagian genom dari Malus sylvestris (apel hutan/apel liar). Namun, Indonesia pun mempunyai jenis apel yang khas seperti: apel Malang. Manfaat buah Apel sangat baik untuk kesehatan, seperti: membantu kerja usus halus, mengurangi resiko gangguan pernapasan, menyehatkan rongga mulut dan gigi, memberikan perlindungan pada tulang, mengkontrol gula darah, mencegah dan mengobati kanker, kesehatan otak, mencegah parkinson, menurunkan kolesterol, menurunkan kolesterol, menyehatkan jantung, mencegah batu empedu, mengatasi diare dan sembelit, detoksifikasi hati, mencegah katarak, meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia, dan mencegah wasir.
Banyak orang bilang bahwa buah Apel sering dinikmati pada pagi hari sebagai pengganti nasi. Dengan kesegaran dan kandungan apel,  seperti:  vitamin A, B, dan C sangat untuk kesehatan dan kecantikan kulit. Untuk yang sedang diet, mengkonsumsi buah apel sangat cocok untuk mengurangi berat badan. Apalagi bagi wanita yang selalu ingin tampil cantik, mengkonsumsi buah apel sangat cocok karena kandungan fosfor pada buah apel bermanfaat untuk menghilangkan komedo dan jerawat. Kandungan lain adalah fitokimia yang berfungsi sebagai antioksidan yang bisa melawan radikal bebas sehingga kulit lebih cantik dan sehat.
Saat pagi hari dan bertepatan dengan Hari Pramuka Indonesia 2015 sebelum kerja, kunikmati buah apel 2 biji dan tidak mengupas kulitnya terlebih dahulu. Tetapi, cukup mencuci bersih apel dan langsung menikmatinya atau dipotong-potong terlebih dahulu. Lumayan buat mengganjal perut dan pengganti nasi. Saya memahami bahwa di kulit apel mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, seperti: vitamin, mineral, serat dan antioksidan. Makanya, kalau mengkonsumsi apel, saya cenderung  mengkonsumsinya tanpa dikuliti terlebih dahulu. Rasanya pas di mulut, kresss…seger tenan!




2. Hari kedua (ke-2), 15 Agustus 2015 – Buah Melon
Semua orang pasti kenal buah melon bukan? Buah yang memiliki nama latin Cucumis Melo L. dan merupakan buah yang memiliki cita rasa manis dan segar karena kaya akan air ini menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh. Melon mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, magnesium, mangan, tembaga, seng, besi, kobalt, kromium, dan karotenoid.
Apalagi di kampung istriku, kota Ngawi (Jawa Timur) yang terkenal sebagai sentra penghasil buah melon membuat saya demen banget mengkonsumsi buah ini. Rasa manis yang dicampur dengan kandungan air sangat cocok jika dinikmati pada siang hari. Apalagi, saat kita dahaga pada siang hari dengan mengkonsumsi buah melon menjadi pilihan terbaik. Srupuuttttt …. Ces …cesss …. Biasanya aku mengkonsumsi buah melon dengan membuang kulitnya terlebih dahulu dan memotongnya kecil-kecil. Tidak bisa kebayang jika melon dipotong kecil-kecil dan diberi cairan susu dicampur es buah. Meleleh … aduhhhh … jadi ngiler tuh.
Sehabis makan siang, aku pun menikmati buah melon ini sebagai dessert (makanan penutup). Kandungan  vitamin C dan kandungan antioksidan flavonoid, seperti: beta-karoten, lutein, zea-xanthin dan cryptoxanthin berfungsi untuk melindungi sel-sel dan struktur lainnya dalam tubuh dari radikal bebas. Kemampuan ini dapat memberi perlindungan terhadap usus besar, prostat, payudara, endometrium, paru-paru, dan kanker pankreas. Namun tidak hanya untuk penyakit berbahaya manfaat antioksidan ini juga baik untuk bagian tubuh lainnya dan untuk kecantikan.

 



3. Hari Ketiga (ke-3), 16 Agustus 2015 – Buah Nanas
Buah Nanas dengan nama latin adalah Ananas comosus merupakan tumbuhan tropis yang berasal dari Brasil, Bolivia, dan Paraguay. Tak hanya menyegarkan, buah yang mempunyai rasa manis dan agak asam saat disantap. Buah nanas juga banyak mengandung vitamin A dan C sebagai antioksidan. Kandungan lain adalah kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain. Selain itu, nanas juga kaya akan serat (kabarimbo.com).
Menurut laman sehatinfo.com bahwa buah nanas sangat bermanfaat untuk memperlancar pencernaan, mengatasi flu dan demam, menjaga kesehatan gigi, mengobati peradangan kulit, menghaluskan kulit, mengatasi kembung pada perut, mengobati asam urat, menyuburkan rambut, meredakan radang tenggorokan, meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah, menurunkan berat badan, mengatasi ketombe, dan meningkatkan kualitas sperma.  Wah, fungsi yang terakhir pasti menarik untuk laki-laki. Aku paling senang mengkonsumsi buah nanas setelah dipotong kecil-kecil. Apalagi, jika dalam keadaan dingin. Untuk menghilangkan sedikit rasa asam, aku membuat cairan penikmat rasa yang terbuat dari campuran garam, gula merah, cabe, kacang tanah dan terasi secukupnya. Dibuat rujakan, rasanya sungguh nikmat. Ooppsss … netes nih. Rasanya benar-benar maknyusss!




4. Hari Keempat (ke-4), 17 Agustus 2015 – Buah Pisang Cavendish
Buah Pisang Cavendish dengan nama latin Musa spp. merupakan komoditas buah tropis yang paling populer di dunia, di Indonesia, atau biasa dikenal dengan sebutan Pisang Ambon Putih. Pisang Cavendish banyak dikembangbiakan menggunakan metode kultur jaringan. Daging buah dari pisang ini putih kekuningan, rasanya manis agak asam, dan lunak. Kulit buah agak tebal berwarna hijau kekuningan sampai kuning dengan permukaan halus (wikipedia.org).
Manfaat mengkonsumsi buah pisang bagi kesehatan di antaranya: memanjakan lidah kita tanpa rasa khawatir akan membuyarkan/merusak diet, secara alami bebas lemak dan kolesterol, memiliki kandungan kalium yang tinggi, mengandung jumlah vitamin C yang banyak, sumber vitamin B-6 (pyridoxine), sumber zat mangan, mengandung sekitar 3 gram serat yang dapat membantu kita merasa kenyang lebih lama, turut membantu menjaga proses pencernaan tetap lancer, menyediakan sejumlah kecil vitamin dan mineral lainnya seperti vitamin A, vitamin E, zat besi, magnesium, fosfor, folat, karoten, kolin dan mengandung sejumlah asam amino serta     sumber energi karena mengandung karbohidrat.
Pisang jenis ini kunikmati saat merayakan Hari Kemerdekaan di Jakarta dalam rangka menghadiri Community Gathering Kompasiana yang diadakan di Discovery Hotel & Convention Ancol. Sangat membantu untuk mengisi perut saat melakukan perjalanan udara dari Bali ke Jakarta. Buah ini enak sekali kunikmati di saat waktu masih menunjukan pukul 03.00 pagi, dalam perjalanan dan setelah sampai di hotel. Rasanya benar-benar enak banget. Empuk di lidah dan sebagai pengganti nasi karena selama perjalanan udara belum menyentuh nasi sama sekali. Waduh, kok bisa. Pagi hari istriku belum belum sempat masak, si pesawat tidak mendapat jatah makanan, dan turun dari pesawat menuju hotel tidak sempat mampir ke warung makan. Sempatnya kapan coba! Makanya, menikmati buah pisang menjadi pilihan yang harus kujalani.  Tapi, buah pisang tersebut sungguh membantuku dari rasa lapar. 




 5. Hari Kelima (ke-5), 18 Agustus 2015 - Buah Semangka
Semangka atau tembikai dengan nama latin Citrullus lanatus dari suku ketimun-ketimunan atau Cucurbitaceae merupakan tanaman merambat yang berasal dari daerah setengah gurun di  Afrika  selatan masih sekerabat dengan labu-labuan (Cucurbitaceae), melon (Cucumis melo) dan ketimun (Cucumis sativus). Semangka biasa dipanen buahnya untuk dimakan segar atau dibuat jus. Sedangkan, biji semangka yang dikeringkan dan disangrai juga dapat dimakan isinya (kotiledon) sebagai kuaci.  Menurut laman Manfaat.co.id menegaskan bahwa manfaat buah semangka seperti: semangka anti penuaan dini, menjaga kelembapan kulit, mengurangi sebum (minyak) pada wajah, meremajakan kulit, memelihara kesehatan ginjal, pencegahan sariawan, mengurangi resiko hipertensi dan stroke, anti inflamasi dan antioksidan, otot nyeri, obat kuat yang alami.
            Setelah melakukan perjalanan jauh Bali-Jakarta PP, tentunya badan merasa cape dan letih. Oleh sebab itu, saatnya membutuhkan kesegaran badan dari buah-buahan. Sekitar pukul 17.00 sore hari sampai di tempat tinggal, dan menyempatkan untuk belanja buah semangka. Buah semangka menjadi pilihan untuk memulihkan rasa cape setelah melakukan perjalanan jauh tersebut. Setelah dipotong kecil-kecil berbentuk segitiga, aku sangat menikmatinya. Rasa manis dan kandungan air yang banyak menjadikan rasa dahagaku menjadi hilang. Berasa seperti harimau yang keluar dari kandang.  Sungguh menikmatinya, sampai lupa makan nasi. Padahal semangka paling enak dinikmati setelah makan. Tetapi, karena ingin memulihkan tenaga dan menghilangkan rasa haus karena kandungan airnya maka tidak apalah. Walaupun pada kenyataannya sehabis makan juga mengkonsumsi buah semangka juga. Rasanya kenyang seperti penuh dengan air minum. Tetapi, rasa segarnya tidak tergantikan karena rasa dingin setelah disimpan di dalam kulkas. Maknyessss!

 



6. Hari Keenam (Ke-6), 19 Juli 2015 – Buah Jeruk
Jeruk keprok degan nama latin Citrus reticulate  sangat bermanfaat bagi kesehatan. Bahkan, kulitnya ternyata dapat mencegah pertumbuhan sel kanker. Menurut laman artikelkesehatan99.com menyatakan bahwa manfaat jeruk adalah: mencegah kanker, menjaga kesehatan pernapasan, mencegah kerusakan sel-sel dari radikal bebas, meningkatkan imunitas, menjaga kesehatan sistem pencernaan, mempertahankan keseimbangan gula darah penderita diabetes, menurunkan tekanan darah dan mencegah osteoporosis, dan sebagai anti-inflamasi.
Kunikmati buah jeruk tersebut saat setelah makan siang sekitar jam 13.30. Aku terbiasa menikmati buah jeruk tidak cukup satu biji. Karena rasa manis yang sungguh mengesankan,  tak terasa bisa menghabiskan 3 biji. Lapar atau doyan, begitu kalimat yang sering keluar dari mulut istriku. Habis enak dan menyegarkan sih! Apalagi kalau habis disimpan dalam kulkas. Waduh … rasa manisnya menjalar dari lidah langsung ke ubun-ubun. Aku merasa mengkonsumsi jeruk juga untuk mencegah dari penyakit bibir kering atau sariawan karena kandungan vitamin C. Dan paling senang, saat membuka kulitnya, aroma jeruknya yang khas langsung tercium.




7. Hari Ketujuh (ke-7), 20 Juli 2015 - Buah Pepaya
Ini hari terakhir aku menikmati tantangan untuk mengkonsumsi kesegaran dan kelezatan buah-buahan lokal khas nusantara. Buah terakhir yang aku konsumsi pada hari ke-7 adalah buah pepaya. Buah pepaya memiliki nama latin Carica Papaya merupakan buah yang berasal dari Meksiko. Buah ini sangat mudah didapatkan karena cukup mudah ditanam di wilayah yang beriklim tropis. Kandungan nutrisi yang ada didalamnya sangat bermanfaat bagi tubuh jika kita konsumsi. Nutrisi-nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin B, vitamin A, fosfor dan zat besi bermanfaat bagi tubuh dalam menjaga kesehatan penikmatnya. Manfaat buah pepaya bagi kesehatan, di antaranya: anti inflamasi, menguatkan sistem imun, menyehatkan tulang, baik untuk penderita diabetes, mencegah penyakit jantung, pencernaan, mencegah degenerasi makula, mempercepat penyembuhan luka, pencegahan asma, mengurangi berat badan (manfaat.co.id).
Buah pepaya kunikmati saat pagi hari sekitar 06.00 setelah dikupas terlebih dahulu kulitnya dan dipotong kecil-kecil memanjang dengan maksud untuk mendapatkan kesegaran dan melancarkan BAB (Buang Air Besar). Setelah masuk di perut, selang beberapa menit perut rasanya seperti (maaf) buang angin saja. Setengah jam kemudian proses BAB pun tanpa hambatan.  Kesegaran kudapat, kelancaran pencernaan pun lancar. Pantas, mengkonsumsi secara rutin bisa mengurangi berat badan. Habis, bawaannya pengin BAB terus.

 


Dari pengalaman selama 7 hari mengkonsumsi buah memberikan gambaran bahwa kesegaran dan kelezatan buah lokal sudah tidak bisa diragukan lagi. Beragam manfaat dan nutrisi buah lokal khas nusantara telah aku peroleh. Kesehatan badan pun telah aku peroleh. Jangan kaget, jika seorang fruitaholic akan menjadi badan tetap sehat dan segar. Alhamdulillah, aku diberi karunia oleh Allah SWT tetap sehat dan bugar. Sebuah, anugerah yang tidak ternilai harganya. Semoga mengkonsumsi buah-buahan khas nusantara tetap berlanjut seumur hidupku.

*Semua foto adalah koleksi pribadi



“Artikel ini diikutsertakan dalam rangka Lomba Blog Sunpride dengan tema: “My 7-Days Fruits Diary”, pengalaman seru mengonsumsi buah-buahan Sunpride selama 7 hari”


Tag:  



Sunday, August 2, 2015

“KAMPUNG BNI SENI DESA KAMASAN”, BUKTI KEPEDULIAN SOSIAL BANK BNI DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI KREATIF



“KAMPUNG BNI SENI DESA KAMASAN”, BUKTI KEPEDULIAN SOSIAL BANK BNI DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI KREATIF
Casmudi
casmudi.vb@gmail.com



Pulau Bali terkenal sampai ke manca negara bukan karena sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Tetapi, keindahan alam dan darah seni yang melekat pada diri masyarakatnya yang mampu memberikan pesonanya kepada setiap orang untuk datang berkunjung. Setiap tempat di Bali selalu memberikan ciri khas bagi wisatawan. Dari keindahan pantai yang berpasir putih hingga kampung wisata yang bernuansa alami bisa  kita kunjungi.
Jika, kita menyempatkan untuk datang berkunjung atau berwisata ke daerah seni di Bali, tidak ada salahnya kita bisa berkunjung ke Desa Kamasan Kabupaten Klungkung - Bali. Desa Kamasan masuk dalam wilayah Kota Semarapura, ibukota Kabupaten Klungkung. Lokasinya kurang lebih 35 kilometer dari Kota Denpasar atau kurang lebih 50 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.
Yang menarik di Desa Kamasan adalah adanya komunitas seniman lukis tradisional Bali. Perlu diketahui bahwa Seni lukis Kamasan adalah salah satu bentuk karya seni klasik yang dapat dianggap sebagai induk seni lukis dalam kebudayaan Bali. Hampir setiap keluarga di Desa Kamasan memiliki usaha seni lukisan, ukiran tradisional, dan karya seni Bali lainnya. Tema yang diambil dalam seni lukis atau ukiran pun bukan tema yang sering kita lihat di pasar-pasar seni  kebanyakan di Pulau Bali. Tema lukisan dan ukiran adalah tema yang menggambarkan tokoh-tokoh wayang dan ciri khas Bali yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Kamasan.
Bukan hanya seni lukis dan ukiran yang berkembang di Desa Kamasan, tetapi tumbuh pula karya-karya seni lainnya, seperti: kerajinan uang kepeng, seni ukir emas, seni ukir perak, dan seni ukir peluru.
 



 Program Kampoeng BNI
Jika kita berkunjung ke Desa Kamasan, ada pemandangan yang menarik, yaitu: gerbang sebagai tanda masuknya kawasan Desa Kamasan yang bertulisan “Kampoeng BNI Seni Desa Kamasan” yang disertai gambar logo “Bank BNI 1946” yang tidak asing lagi.  Ketika saya berkunjung ke Desa Kamasan, saya pun bertanya dalam hati,”ada hubungan apa Bank BNI dengan Desa Kamasan? Untuk memenuhi rasa penasaran pun saya bertanya pada masyarakat sekitar untuk mendapatkan penjelasan. Ohhhh … ternyata Bank BNI punya andil besar terhadap perkembangan seni di Desa Kamasan.
Bukti yang luar biasa bahwa BNI memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung pengembangan industri kreatif karena berbasis pada inovasi dan kreativitas, serta hasil karya budaya bangsa sendiri. Apalagi, untuk meningkatkan daya saing usaha dalam menghadapi datangnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, langkah BNI dinilai sangat brilian. 
Mungkin ada pertanyaan di benak kita, apa sih yang dimaksud dengan Program Kampoeng BNI? Program Kampoeng BNI merupakan salah satu program penyaluran kredit kemitraan non-komersial bagi masyarakat yang menetap di satu kawasan penghasil produk homogen yang dilakukan Bank BNI sebagai bentuk kepedulian sosial dalam memberdayakan masyarakat sekitar.
"Kampoeng BNI merupakan program kemitraan BNI, guna membantu pengusaha mikro dan kecil (UMK) yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah setempat" (Johnny R Tampubolon,  CEO BNI Wilayah Bali-Nusra)
Bentuk kemitraan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan BNI kepada para mitra binaan bukan hanya dalam bentuk fasilitas pembiayaan atau penyaluran pinjaman, tetapi juga berupa beberapa program capacity building dengan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan kewirausahaan dan pengembangan produk.
Oleh sebab itu, untuk mendukung usaha masyarakat binaan, Bank BNI memberikan bantuan lengkap mulai dari pemberian kredit modal usaha berbunga ringan, pelatihan, hingga cara membuka akses pasar. Sebagai informasi, jumlah fasilitas kredit kemitraan yang telah disalurkan Bank BNI per Desember 2011 mencapai Rp 132 miliar yang bersumber dari penyisihan laba bersih perusahaan. Itulah sebabnya, kredit tersebut memiliki suku bunga yang jauh lebih rendah dari suku bunga komersial. Apalagi, mitra binaan yang telah berhasil mengembangkan usahanya dapat ”naik kelas” menjadi nasabah BNI yang mampu berkembang secara komersial
BNI Wilayah Bali-Nusa Tenggara (Bali-Nusra) bekerja sama dengan Pemkab Klungkung membentuk "Kampoeng BNI" yang pertama di Pulau Dewata. Sebagai program kemitraan BNI dengan konsep pengembangan usaha kecil suatu kawasan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat, maka ditetapkanlah “Kampoeng BNI Seni Desa Kamasan” yang diresmikan pertama kali pada 13 Januari 2012 lalu oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari E Pangestu. Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Wakil Direktur Utama BNI, Felia Salim. Peresmian Kampoeng BNI Seni Desa Kamasan merupakan bentuk kepedulian BNI dalam pengembangan dan pemberdayaan usaha rakyat, lebih khusus lagi pengembangan industri kreatif. Untuk membangun Kampoeng BNI di Desa Kamasan, BNI telah mengucurkan dana lebih dari Rp 820 juta.
Ada alasan kuat yang mendasari  mengapa Desa Kamasan dijadikan sebagai Kampoeng Seni BNI. Menurut CEO BNI Wilayah Bali-Nusra, Johnny R Tampubolon, dipilihnya Desa Kamasan menjadi "Kampoeng BNI", dikarenakan Desa Kamasan memiliki berbagai sentra usaha kerajinan yang sudah terkenal di manca negara. Desa tersebut terpilih, karena usaha kerajinan seperti lukisan wayang Kamasan, uang kepeng, kerajinan emas dan perak, telah banyak dijual ke sejumlah daerah, selain diekspor ke berbagai negara.




Pembinaan Lanjutan
BNI bukan hanya menyalurkan pembiayaan usaha, namun juga memberikan capacity building atau pelatihan peningkatan kapasitas, seperti: pelatihan motif tenun sesuai keinginan pasar internasional, pelatihan pembukuan sederhana, pelatihan pemasaran yang efektif, dan pelatihan lainnya sesuai kebutuhan mitra binaan. Bahkan, BNI memberikan bantuan sarana dan prasarana di dalam Kampoeng BNI, misalnya showroom, packing house, balai pertemuan, dan juga sarana sosial masyarakat. BNI juga memberikan bantuan pendidikan kepada keluarga mitra binaan berupa beasiswa dan sarana pendidikan lainnya.
Sama halnya di Desa Kamasan, BNI juga memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan masyarakat, seperti perbaikan kepada balai pertemuan (banjar), tempat ibadah dan sekolah di Desa Kamasan. Bahkan, untuk meningkatkan kemampuan usaha seni masyarakat Desa Kamasan, BNI telah menyalurkan kredit kemitraan Rp 1,06 miliar kepada 90 usaha kecil di Desa Kamasan. Yang lebih membanggakan adalah penyaluran kredit bakal terus ditingkatkan seiring dengan peningkatan usahanya.
“Harapan BNI, nantinya selain menjadi sentra karya seni Bali, Desa Kamasan ini juga menjadi tujuan wisata yang semakin ramai dikunjungi wisatawan domestik dan luar negeri sehingga memiliki kontribusi dalam kemajuan perekonomian masyarakat dan daerah” (Felia Salim, Wakil Direktur Utama BNI).
Tahap selanjutnya, untuk meningkatkan promosi seni Desa Kamasan, BNI juga telah memberikan kesempatan kepada beberapa mitra binaan dari Desa Kamasan untuk mengikuti pameran, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, seperti Pameran Kerajinan Inacraft, Gelar Karya PKBL, Board of Investment Fair di Bangkok, dan galeri di kantor BNI Cabang Hong Kong.
Beberapa bulan yang lalu kontribusi BNI masih berlanjut dan perlu diacungi jempol. Bertempat di Lapangan Bina Karya Desa Kamasan, selama 2 hari mulai 1-2 Mei 2015 lalu sukses menyelenggarakan gelaran Festival Kamasan. Acaranya pun meriah sekali karena melibatkan masyarakat sekitar dan pengunjung yang datang. Berbagai rangkaian acara yang telah BNI laksanakan dalam Festival Kamasan, seperti: persembahyangan bersama, penanaman pohon upakara di 11 Pura, dan penyerahan bantuan bina lingkungan. Acara yang tidak kalah seru adalah BNI menyediakan program cek kesehatan gratis serta pameran kerajinan dan seni dari para mitra binaannya dari Desa Kamasan.
Pada puncak acara Festval Kamasan, BNI menggelar program pelatihan/capacity building terkait kewirausahaan, strategi pemasaran, industri pariwisata dan pengelolaan keuangan yang diberikan kepada warga Desa Kamasan. Sedangkan, acara penutupan Festival Kamasan dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2015 secara langsung dilakukan oleh Staf Ahli bidang Hubungan Antar Lembaga Pariaman Sinaga mewakili Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang kebetulan berhalangan hadir.   Hadir pada acara penutupan tersebut istri Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Bintang Puspayoga, Direktur Bisnis Banking BNI Sutanto, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta serta CEO BNI Wilayah Denpasar Aryanto Purwadi. Selanjutnya, acara penutupan gelaran Festival Kamasan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan kredit antara BNI dan mitra binaan serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait destinasi wisata antara Pemda Klungkung dengan DPD HPI Bali.  





Usaha yang dilakukan BNI terhadap Kampung BNI yang telah dibinanya tidak berhenti di sini saja. BNI mendorong beberapa Kampoeng BNI yang telah dibinanya berkembang menjadi Desa Wisata. Hal yang dilakukannya adalah memberikan capacity building tentang bagaimana konsep Desa Wisata, pengembangan potensi wisata, pemasaran, dan pengelolaannya (manajemen). Langkah yang diambil BNI untuk meningkatkan pengembangan Kampoeng BNI adalah dengan mengundang 10 Kampoeng BNI yang ada di Indonesia. Kampoeng BNI yang diundang adalah Kampoeng BNI Tenun Pandai Sikek dari Sumatera Utara, Kampoeng BNI Songket Palembang dari Sumatera Selatan, Kampoeng BNI Batik Wiradesa Pekalongan dari Jawa Tengah, Kampoeng BNI Mete Imogiri Bantul dari Yogyakarta, Kampoeng BNI Batik Lasem dari Jawa Tengah, Kampoeng BNI Sasirangan Banjarmasin dari Kalimantan Selatan, Kampoeng BNI Kamasan dari Bali, Kampoeng BNI Inggris Pare Kediri dari Jawa Timur, Kampoeng BNI Toraja dari Sulawesi Selatan, dan Kampoeng BNI Tapis Lampung.
Tujuan undangan tersebut adalah untuk mendapatkan motivasi dan pelatihan tentang manajemen Desa Wisata melalui capacity building dan benchmarking di Kampoeng BNI Wisata Borobudur, di Desa Wanurejo, Magelang, Jawa Tengah. Serta diadakannya peningkatan kapasitas tersebut melalui Workshop yang digelar BNI di Yogjakarta selama 3 hari, mulai dari Senin - Rabu, 24-27 Mei 2015.
 Dari pembahasan di atas, menunjukan bahwa betapa besar kepedulian sosial BNI terhadap pengembangan industri kreatif di Indonesia. BNI bukan hanya mengejar untung bisnis semata, tetapi telah menyisihkan keuntungannya demi kemajuan seni yang menjadi bagian industri kreatif di Indonesia, khususnya di Desa Kamasan Klungkung Bali. BNI memberi dorongan besar kepada pelaku seni di Desa Kamasan agar bisa berkembang dan berdaya saing dari awal pemberian kredit sampai menemukan pasar yang tepat. Berbagai hal telah dilakukan oleh BNI untuk kemajuan seni di Desa Kamasan tersebut. Apalagi, industri kreatif sangat berperan besar dalam menghadapi datangnya Masayarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Bukan hanya itu, BNI pun ikut mendorong Kampoeng BNI yang ada di Indonesia, khususnya Desa Kamasan menjadi Desa Wisata yang akan menarik pengunjung lebih banyak baik lokal maupun mancanegara. Jadi, menurut saya peran BNI dalam meningkatkan pariwisata di Bali adalah langkah terbaik yang perlu ditiru oleh pihak lain.


Referensi:
Anonymous.  (2012, 15 Januari).  Desa Seni Kamasan Jadi Kampoeng BNI Seni. Diambil dari http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/01/15/17594925/Desa.Seni.Kama san.Jadi.Kampoeng.BNI.Seni
__________. (2015, 28 Mei). BNI Dorong Kampoeng BNI Menjadi Desa Wisata. Diambil dari http://www.bumn.go.id/bni/berita/176/BNI.Dorong.Kampoeng.BNI.Menjadi.Desa.Wisata
Kamasan. (2011, 10 Agustus). BNI Bangun Kampoeng Kamasan. Diambil dari http://www.republika.co.id/berita/csr/padamu-guru/11/08/10/lpptzv-bni-bangun-kampoeng-kamasan
________. (2015, 04 Mei). BNI 46 Sukses Gelar Festival Kamasan. Diambil dari http://kamasan.klungkungkab.desa.id/index.php/baca-berita/133/BNI-46-Sukses-Gelar-Festival-Kamasan
Rahayu, Eva Martha. (2013, 3 Otober). Topang UMKM, Kampoeng BNI Dipromosikan di APEC 2013. Diambil dari http://swa.co.id/business-strategy/topang-umkm-kampoeng-bni-dipromosikan-di-apec-2013
Wibisono, Arief. (2015, 04 Mei). BNI 46 Sukses Gelar Festival Kamasan. Diambil dari http://balitribune.co.id/2015/05/bni-46-sukses-gelar-festival-kamasan/

Tag: Desa Kamasan, Kampoeng BNI Seni, 69 tahun BNI, Industri Kreatif, Kepedulian Sosial

 
“Artikel ini diikutsertakan dalam rangka Lomba Blogging BNI dengan tema 69 tahun BNI, Berprestasi dan Berbagi untuk Negeri”



http://www.bni.co.id/id-id/BNIPromo/BNIPromo5.aspx