Friday, November 29, 2013

BERAPA GAJI YANG ANDA MINTA? MENYEBALKAN!



BERAPA GAJI YANG ANDA MINTA? MENYEBALKAN!
Oleh Casmudi, S.AP

        Melamar pekerjaan bagi kebanyakan orang hampir pernah mengalaminya, kecuali jika merupakan titipan “orang dalam”. Proses melamar kerja sampai diterima di sebuah perusahaan secara terpaksa harus dilakoninya dengan berat hati. Karena kita punya satu tujuan, yaitu: kerja! kerja dan kerja!. Dalam proses wawancara baik dengan HRD atau pimpinan sebuah perusahaan, pertanyaan yang paling alergi buat saya adalah:
Berapa gaji yang anda minta?
      Sebenarnya pertanyaan tersebut membuat kita berada di zona nyaman. Pertanyaan yang meninabobokan pada berpulu-puluh lembar uang sepuluh ribuan, lima puluh ribuan, bahkan uang seratus ribuan. Bahkan pertanyaan yang selalu kita harapkan dalam sebuah wawancara. Tetapi, Eits … nanti dulu. Jangan pernah terkecoh! … Jangan pernah girang dulu!. Sebab, pertanyaan tersebut sebenarnya pertanyaan jebakan yang akan mengetahui sebenarnya diri kita. Dari pertanyaan itulah, karena kita terlalu PD dengan pengalaman kerja kita dan titel membuat impian kita menjadi bayang-bayang belaka.    Kalau kita meminta gaji yang di bawah standar perusahaan, kita akan dianggap kita murahan. Sedangkan, kalau kita  minta di atas gaji yang telah ditetapkan atau standar perusahaan, nanti kita dianggap terlalu berlebihan. Lalu, kita dicap sebagai ….orang yang kemaruk atau rakus. Poinnya … apapun jawaban kita, kita akan dianggap tidak sesuai dengan apa yang diharapkan perusahaan tersebut. Menanggapi pertanyaan tersebut, saya selalu jawab:
Menurut Bapak, dengan pengalaman dan standar gaji perusahaan yang ada. Berapa hak yang pantas buat saya?
        Sang Pewawancara malah penasaran ingin jawaban yang pasti, karena jawaban saya menurutnya masih seperti melambung jauh, tapi entah kapan jatuhnya. Saya pun masih berargumen dengan jawaban saya, dengan maksud untuk menghindari pertanyaan jebakan perusahaan tersebut. Saking kesalnya dalam hati, karena Pewawancara yang notabene direktur sebuah perusahaan di Denpasar mendesak jawaban saya terus, saya jawab dengan percaya diri dan ngawur-ngawuran:
Oke … kalau memang Bapak memaksa saya untuk menyebutkan nominal yang pasti yang sebenarnya adalah bukan kemauan bagi saya. Saya minta perusahaan menggaji saya sebesar sepuluh juta pak!
            Apa yang terjadi? Pewawancara senyum-senyum. Entah menyindir, memuji kehebatan saya karena dengan lantang menyebut nominalnya. Atau bahkan berprinsip …. Ketahuan juga akhirnya yah …gaji yang anda minta bagai jauh panggang dari api. Ehhh … Dan Pewawancara hanya berkata:
Seandainya gajinya yang anda minta kurang dari segitu gimana? Berarti anda tidak bisa bekerja di perusahaan kami dong?
         Tuh kan? Saya bilang apa, inilah pertanyaan jebakan. Benci …. Dan benci banget. Mengapa tidak ada pertanyaan yang lebih elegan, berpendidikan, menghargai jasa pelamar yang sudah sekian lama bolak-balik rumah-perusahaan, perusahaan-rumah. Apalagi yang melamarnya luar kota.  Ingat Bapak dan Ibu … saya keluar uang bukanlah daun pisang (padahal gedenya gak sebanding ya). Coba berikan pertanyaan yang memberikan kesejukan jiwa:
Oke Bapak atau Ibu …Setelah melewati proses seleksi maka perusahaan menetapkan anda diterima di perusahaan kami dan sebagai imbal baliknya perusahaan kami akan menggaji anda sebesar (….). Bagaimana menurut anda?
         Pertanyaan yang tegas gak perlu muter-muter kayak kereta api. Pihak perusahaan jelas mengetahui budget yang akan dikeluarkan dan pelamar pun akan mengetahui secara jelas besarnya imbalan yang akan diterima. Kelanjutannnya tergantung dari pelamar itu sendiri. Kalau pelamar cocok berarti jodoh sudah bertemu. Tinggal kawinkan saja perusahaan dan pelamar dan mas kawinnya adalah gaji yang telah disetujui kedua belah pihak. Sahhhh … sahhh. Tapi kalau pertanyaannya masih melayang ke mana-mana dan pelamar menjawabnya tidak sesuai jawaban yang diharapkan, …tolong jangan salahkan sang pelamar. Karena pelamar ingin perubahan yang lebih baik. Akhirnya …yang diterima adalah SMS yang pernah saya terima sebagai berikut:
Selamat siang. Sebenarnya Bapak cocok bekerja di perusahaan kami. Maaf, gaji yang Bapak minta terlalu besar. He .. he .. he
Nah lho! Sebellllll! …. Benciiiii !  

JALAN TERJAL JOKOWI MENJADI CAPRES 2014, CAPRES LAIN PUNYA PELUANG UNTUK MENANG



JALAN TERJAL JOKOWI MENJADI CAPRES 2014, CAPRES
LAIN PUNYA PELUANG UNTUK MENANG
Oleh Casmudi, S.AP

          Sebagai warga yang baik, tidak ada salahnya jika ikut menikmati dan memberikan apresiasi yang ada dalam dunia politik dewasa ini. Panggung sandiwara yang dilakoni oleh aktor-aktor politik sungguh memberikan ruang terdalam pola pikir kita. Fenomena menghadapi Pemilu 2014, khususnya Pilpres merupakan ajang yang selalu memberikan greget masyarakat Indonesia. Hal ini semata-mata, karena keinginan Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat. Bangsa yang akan disegani dan tidak diinjak-injak atau diperlakukan semena-mena oleh negara mana pun di bumi ini. Oleh sebab itu, pemilihan Capres-Cawapres selalu memberikan ruang “detik-detik yang menentukan”. Selalu dinanti dan akan menjadi ajang pertarungan gengsi, martabat, dendam, tebar pesona, tebar uang, dan lain-lain. Klimaknya adalah siapakah gerangan?
          Pertarungan Capres-Cawapres kian seru belakangan ini. Semua partai mempunyai calon pemimpin yang bisa diandalkan menurut versinya masing-masing. Meskipun Pemilu 2014 masih 5 bulan lagi, tapi geliat propaganda (baca: kampanye) calon Presiden semakin menarik diperbincangkan. Lembaga survei pun giat sekali mensurvei calon-calon Presiden yang pantas memegang tampuk tertinggi negeri ini, terlepas dari independensi lembaga survei tersebut dari berbagai kepentingan lain. Kita pun berharap bahwa lembaga survei yang ada bekerja secara baik tanpa adanya maksud terselubung.
           Sampai sekarang menurut berbagai lembaga survei, menyatakan bahwa sosok Jokowi masih menduduki puncak elektabilitas  Calon Presiden 2014. Euforia pun mulai bertebaran. Rakyat berharap banyak bahwa dengan hadirnya sosok Jokowi semua masalah bangsa akan terselesaikan dengan baik. Sepertinya harapan besar bertolak pada diri Jokowi seorang. Lantas, apakah calon presiden dari partai lain tidak mampu? Tentunya mampu, karena mereka sudah terdidik dan terseleksi dalam perpolitikan Indonesia. Apalagi mereka yang sudah disodorkan oleh partainya masing-masing adalah tokoh terbaik dari partainya dan tentunya menjadi tokoh harapan bangsa Indonesia. Mereka pun diyakini mampu menyelesaikan berbagai masalah bangsa, dengan catatan mereka harus jujur dan amanah. Tambahan penting kata orang Jawa bilang “sepi ing pamrih rame ing gawe (Banyak bekerja tidak mengharapkan imbalan). Dengan maksud untuk men-zero-kan nafsu korupsi yang telah akut dewasa ini. Meskipun banyak kriteria yang lain yang harus dipegang teguh calon pemimpin negeri ini.  
           Ada hal yang menarik, sepertinya perjalanan Jokowi menjadi Capres 2014 akan menghadapi berbagai hambatan, yaitu: 1) Menurut perjanjian Batu Tulis, Bogor  (perjanjian antara internal PDI-P dan Gerindra), bahwa  kubu Gerindra yang akan mencalonkan Calon Presidennya di tahun 2014. Gerindra pun sudah menyebar statement melalui Ketua Umumnya (Prabowo) akan mencalonkan Presiden. Sedangkan jika PDI-P berduet dengan Gerindra lagi di Pilpres 2014 tidak mempunyai hak mencalonkan Presiden dan harus menerima menjadi Cawapresnya. Masalahnya kembali muncul, apakah PDI-P berani menyodorkan cawapresnya untuk berduet dengan Gerindra. Padahal di lain pihak Ketua Umumnya masih mempunyai power untuk nyapres kembali dan mempunyai pengaruh yang kuat dalam membuat keputusan partai,  dan 2) Sesuai hirarki kepartaian, mencalonkan Presiden rata-rata berasal dari tokoh elit partai, sedangkan Jokowi sampai detik ini hanya sebagai kader partai. Nasib berkata lain, jika Megawati berani mencalonkan Jokowi menjadi Capres 2014 dengan perasaan legowo karena melihat elektabilitas yang tinggi. Taruhannya adalah “trah Soekarno” akan dikorbankan? Kembali kepada keputusan elit partai yang bersangkutan.
           Jika Jokowi dengan “terpaksa” dicalonkan menjadi Capres 2014, secara mayoritas lembaga survei mengatakan elektabilitasnya tinggi dan akan memenangkan pertandingan. Bahkan Megawati pun kalah pamor dengan Jokowi. Masalah inilah yang menjadi pelik kubu PDI-P untuk mencalonkan Capresnya. Masih menimbang untung dan ruginya. Semua berpulang pada sang Ketua Umumnya. Secara signifikan, memang elektabilitas Jokowi mendongkrak elektabilitas PDI-P di berbagai lembaga survei. Seandainya Capres 2014 semua berasal dari pimpinan elit partai, termasuk jika Megawati mencalonkan kembali menjadi Capres 2014 mengakibatkan elektabilitasnya akan berubah. Hasilnya mengejutkan adalah menurut  survei LSN Prabowo merupakan Capres yang namanya berkibar sebagai capres terunggul dan mampu mengalahkan elektabilitas ARB dan Megawati. Tapi, jika Jokowi dicapres-kan, yang terjadi akan unggul dan memenangi pertandingan. Kuncinya dalam menatap masa depan, demi partai atau bangsa? Internal partailah yang paling mengetahui.
            Pihak Gerindra akan senang sekali jika Jokowi menerima keadaan atau mengalah dan memberikan kesempatan kepada elit partai PDI-P  untuk mencalonkan Presidennya di tahun 2014. Sekali lagi, bahwa kelangsungan hidup partai merupakan taruhan dalam memilih Capres. Apakah Jokowi akan dijadikan Capres 2014 atau Megawati menjadi Capres kembali? Tarik ulur masih terjadi. Yang jelas semua Capres 2014 yang sudah dideklarasikan, seperti : Prabowo, Wiranto, ARB, dan lainnya punya peluang besar. Mereka siap membangun bangsa menjadi lebih baik di masa depan. Pesan saya, jujur, amanah dan menjauhlah dari korupsi. Rakyat Indonesia yang akan menilainya. Salam Indonesia!




Tuesday, November 26, 2013

“GREEN BUILDING”, KEPEDULIAN SINAR MAS LAND TERHADAP LINGKUNGAN



“GREEN BUILDING”, KEPEDULIAN  SINAR
MAS LAND TERHADAP LINGKUNGAN






       Bulan Oktober 2013 lalu, saya terbang dari Denpasar ke Jakarta untuk urusan pendidikan selama seminggu. Perjalanan naik bus way dari Kota-Blok M melewati Jalan M.H. Thamrin. Ada pemandangan menarik ketika melewati Jalan M.H. Thamrin tersebut. Saya masih teringat ada gedung bernama Plaza BII dan Wisma BII. Kok gak ada ya?, pikir saya. Yang ada adalah “Sinar Mas Land Plaza”. Usut punya usut, ternyata Plaza BII dan Wisma BII dimerger menjadi Gedung “Sinar Mas Land Plaza” yang dibangun oleh Sinar Mas Land. Gedung  terkesan hijau di tengah hiruk- pikuknya Kota  Jakarta.  Sinar Mas Land merupakan anak perusahaan dari Sinar Mas Group milik Taipan Eka Cipta Widjaja yang dipercayakan kepada cucunya CEO Michael Widjaja. Sinar Mas Land merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengembangan properti dan real estate, merger dari dua perusahaan besar, yaitu:  Bumi Serpong Damai Tbk. dan Duta Pertiwi Tbk.


       Gedung-gedung yang dibangun oleh Sinar Mas Land, seperti : 1) Residential projects (Balikpapan Baru, Banjar Wijaya, Grand City-Balikpapan, Legenda Wisata, Li Shui Jin Du-Chengdu), 2) Commercial and industrial projects    (BSD Techno Park, Greenland International Industrial City (GIIC) Deltamas, Karawang International Industrial City (KIIC), Orchard Towers-Singapore, Plaza BII, Wisma BCA-BSD City, Wisma BII Medan), 3) Retail and trade centre projects (ITC Mangga Dua,    DP Mall Semarang, Harco Mas Mangga Dua, ITC BSD, dan 4) Hotel, resort and golf course projects  (Damai Indah Golf-BSD, Damai Indah Golf-PIK, Grand Hyatt,    Kota Bunga, Le Grandeur Balikpapan, Le Grandeur Jakarta, Le Grandeur Palm Resort-Johor).
        Gedung Sinar Mas Land Plaza yang menerapkan konsep “green building” merupakan kepedulian dari Sinar Mas Land terhadap lingkungan. Hal ini memberikan nilai tambah untuk mendapatkan berbagai penghargaan, baik nasional maupun internasional, seperti: 1) Tahun 2013, Asia Pacific Property Award 2013-2014 untuk Cluster Primavera di Foresta, BSD City, dan 2) Tahun 2013, Asia Pacific Property Award 2013 untuk Sinar Mas Land Plaza Office.  Tahun 2012, Sinar Mas Land juga mendapatkan penghargaan internasional karena teknologi ramah lingkungan adalah  Gedung Sinar Mas Land Plaza, BSD City dan Kampus Institut Teknologi & Sains Bandung (ITSB), Kota Deltamas, Cikarang. Penghargaan berasal dari Hong Kong Green Building Award 2012 pertengahan Juni 2012. 



       Sinar Mas Land memperhatikan kriteria-kriteria gedung yang baik,  meliputi overview (solusi mengatasi tantangan alam desain, kualitas (arsitektur, finishing, fungsi, pencahayaan, serta aspek keselamatan), keamanan, dan sustainability (fitur pendukung, metode penggunaan teknologi inovasi, pengukuran efisiensi energi, eco friendly termasuk lampu, climate control, water recycling, conservation). Teknologi ramah  lingkungan yang diterapkan Gerdung Sinar Mas Land Plaza seperti: Penerangan Jalan Umum (PJU) sekitar gedung menggunakan tenaga surya dan lampu LED hemat energi, area lobi tidak memakai Air Conditioning (AC), tetapi memanfaatkan aliran udara dari luar. Gedung ini juga dikelilingi taman hijau nan asri. Hal ini mematahkan anggapan orang, bahwa bisnis properti berskala besar seringkali identik dengan stigma negatif tindakan yang mengancam kelestarian alam, mulai dari tidak menghiraukan daerah resapan air, menggunduli lahan hijau, hingga penggunaan berbagai alat berat yang merusak tanaman dan lahan subur. Di Gedung Sinar Mas Land Plaza-lah, lingkungan lebih penting dari segalanya. Go Green Building!

Kunjungi www.sinarmasland.com